Rupiah Menguat ke Rp 17.694 per Dolar AS di Tengah Sentimen Global

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat hingga penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, mencapai Rp 17.694 per dolar AS, naik 54 poin dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi meskipun adanya sentimen eksternal, seperti pengumuman Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian kembali surat berharga negara jangka panjang minimal US$ 4 miliar per operasi pada kuartal berikutnya, dan data klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS yang menurun, menunjukkan stabilitas pasar tenaga kerja. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, "Kondisi ini membuat Federal Reserve tetap fokus pada upaya pengendalian inflasi, sementara pasar terus memperdebatkan waktu pelaksanaan langkah kebijakan suku bunga berikutnya."

Ibrahim menambahkan, "Rupiah menguat saat upaya memulai kembali perundingan AS-Iran menurun, dengan Presiden AS Donald Trump menyatakan tekanan ekonomi terhadap negara-negara yang mendukung Iran."

Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga didorong oleh pertumbuhan kredit perbankan Indonesia yang solid sebesar 13,58% secara tahunan pada Juli 2026, meningkat dari 12,67% pada Juni 2026, meskipun aktivitas peminjaman dunia usaha berkurang di tengah ketidakpastian. Ibrahim menjelaskan, "Capaian ini didorong oleh insentif likuiditas, rasio kecukupan modal perbankan yang tinggi di level 23,70%, serta rasio kredit bermasalah yang tetap rendah di kisaran 2,09% dan kebijakan makroprudensial akomodatif dari Bank Indonesia."

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed