Rupiah Melemah ke Rp 17.722 Per Dolar AS akibat Konflik Timur Tengah

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp 17.722 pada Senin (31/8/2026). Penurunan dari posisi sebelumnya di level Rp 17.693 ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, seperti dilansir dari Investor Daily.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kewaspadaan para pelaku pasar mata uang.

Aksi militer AS yang menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz, pada Minggu mendasari kekhawatiran tersebut. Serangan balasan kemudian dilancarkan Iran terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania pada Senin.

Selain ketegangan geopolitik, sentimen negatif terhadap mata uang Garuda juga dipicu oleh pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada Simposium Jackson Hole yang berfokus pada stabilitas harga.

Pernyataan tersebut mendorong spekulasi pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September 2026 demi mengembalikan tingkat inflasi ke target 2 persen.

Dari dalam negeri, pelemahan mata uang lokal berisiko memperberat beban APBN akibat lonjakan harga energi global. Realisasi subsidi serta kompensasi energi Indonesia sendiri telah menembus Rp 233 triliun hingga akhir Juni 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed