Pritam Singh Dicabut Lisensi Pengacara atas Kasus Kebohongan di Parlemen Singapura

Smallest Font
Largest Font

Pritam Singh, Ketua Workers’ Party (WP) dan anggota parlemen Singapura, resmi dicabut lisensi pengacaranya pada 13 Agustus 2026 oleh Pengadilan Tiga Hakim, badan disipliner tertinggi di profesi hukum Singapura.

Pencabutan ini terjadi setelah Singh dinyatakan bersalah atas dua tuduhan berbohong di bawah sumpah kepada Komite Privileges terkait kebohongan mantan anggota parlemen WP Raeesah Khan soal penanganan kasus kekerasan seksual di parlemen pada 2021.

Singh, berusia 50 tahun dan berdarah India, sebelumnya divonis bersalah oleh pengadilan distrik pada Februari 2025, dan denda sebesar SGD 14.000 telah dibayar setelah upayanya mengajukan banding ditolak pada Desember 2025, dilaporkan oleh The Straits Times dan kanal berita lainnya.

Proses pencabutan lisensi ini dimulai pada Maret 2026 oleh Law Society of Singapore sesuai dengan Legal Profession Act yang mengatur sanksi terhadap pengacara yang terbukti melakukan penipuan atau ketidakjujuran.

Ketua Pengadilan Tiga Hakim, Chief Justice Sundaresh Menon, menyatakan ketidakjujuran adalah unsur integral dari pelanggaran yang dilakukan Singh.

Asisten Profesor Benjamin Joshua Ong dari Singapore Management University (SMU) mengatakan, "Pesan yang jelas adalah kejujuran, bahkan dalam hal yang tampak kecil, sangat penting." Ia menambahkan bahwa meskipun memerlukan waktu dan sumber daya publik, hal ini menunjukkan pentingnya menjaga integritas dalam politik.

SMU Associate Professor Eugene Tan menyatakan, "Ini adalah bentuk penutupan yang melegakan bagi Pritam Singh," namun ia mengingatkan bahwa isu ini harus menjadi pelajaran yang terus dihadapi oleh Singh dan WP ke depan.

Dr. Mustafa Izzuddin, analis senior Solaris Strategies Singapore, menilai bahwa dengan keputusan pengadilan ini, tidak ada lagi masalah yang tersisa untuk diselesaikan dalam saga panjang ini.

Saga ini bermula pada Agustus 2021 saat Raeesah Khan mengaku memberikan kesaksian palsu di parlemen mengenai kasus kekerasan seksual yang diduga ditangani buruk oleh polisi. Setelah pengakuan kebohongannya, Komite Privileges menginvestigasi dan memeriksa kesaksian Singh serta pemimpin WP lainnya.

Sekretaris Jenderal WP, Pritam Singh, tidak menentang aplikasi pencabutan lisensinya di sidang disipliner. Pengacara Singh, Senior Counsel Chelva Rajah, mengakui unsur ketidakjujuran dalam kasus ini.

Senior Counsel Cavinder Bull dari Law Society menegaskan, "Hukum jelas menyatakan bahwa pelanggaran yang melibatkan ketidakjujuran hampir pasti mengarah pada pencabutan lisensi," tanpa adanya keadaan luar biasa yang meringankan.

Dr. Felix Tan, pengamat politik independen, menyebut banyak warga Singapura telah siap untuk melupakan episode ini, meski sebagian mungkin melihatnya sebagai politisasi yang berlebihan.

Dr. Mustafa menambahkan, "Ada kelelahan politik terkait kasus ini, saatnya menutup bab ini dan membuka bab lain." Ia juga menyatakan pencabutan lisensi tidak akan berdampak pada karier politik Singh yang lebih difokuskan pada pelayanan publik dan konstituennya.

WP tetap menjadi partai oposisi utama di parlemen dengan 10 kursi terpilih dan dua Non-Constituency MPs, sementara mayoritas kursi dikuasai oleh People’s Action Party yang telah memerintah sejak kemerdekaan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed