Prabowo Tinjau Gempa NTT dan Usulkan Lumbung Pangan Tiap Provinsi

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (26/8/2026) untuk memimpin rapat koordinasi serta memantau langsung penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sejak 15 Agustus lalu.

Prabowo mendarat di lokasi sekitar pukul 12.00 WITA dengan helikopter kepresidenan dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan Maung menuju posko bencana di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo. Bencana tersebut telah mencatatkan 7.492 gempa susulan, 143 guncangan yang dirasakan warga, serta menelan 103 korban jiwa.

Penguatan penanganan darurat telah dilakukan melalui pengiriman 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, perlengkapan logistik, hingga dua unit rumah sakit lapangan. Layanan medis darurat turut diperkuat oleh KRI Soeharso-990 di Pelabuhan Reo, RS Kapal Ksatria Airlangga di Teluk Nangalirang, serta RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan tujuan kedatangan presiden di NTT dalam rilis resminya.

"Bapak Presiden sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Prasetyo menambahkan bahwa langkah pemerintah tidak berhenti pada fase darurat saja.

"Pemerintah akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Prasetyo menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam proses pemulihan kawasan Flores.

"Melalui Sekretariat Presiden misalnya, sejak 15 hingga 24 Agustus 2026 telah disalurkan bantuan logistik dan perlengkapan, antara lain 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Fasilitas kesehatan terapung terus diperluas untuk mengjangkau titik-titik terdampak gempa.

"Sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Proses rekonstruksi jangka panjang disiapkan agar wilayah terdampak dapat bangkit kembali.

"Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri jajaran menteri serta pimpinan TNI-Polri, Kepala BNPB Suharyanto mengusulkan pembentukan gudang cadangan makanan daerah. Prabowo menanggapi usulan tersebut secara langsung.

"Jadi saran anda itu badan penanggulangan daerah tingkat provinsi itu punya gudang makanan sendiri? Itu di bawah kendali?" kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Suharyanto mengonfirmasi kewenangan pengelolaan gudang cadangan pangan tersebut.

"Di bawah kendali pak bupati dan pak gubernur pak presiden. Paling tidak ketika ada apa-apa bisa saat awal itu bisa memberikan bantuan," kata Suharyanto, Kepala BNPB.

Mendengar penjelasan tersebut, Prabowo menyetujui gagasan penguatan ketahanan pangan daerah.

"Nanti kita catat ya. Saya kira saran yang baik. Jadi kita hitung secara nasional saja. Nanti kita bantu tiap provinsi biar gubernur punya gudang dan persiapan makanan smaa dengan bupati," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ia menyoroti pentingnya inisiatif pemerintah daerah dalam menyediakan sarana logistik darurat.

"Seharusnya semestinya juga memang demikian para bupati gubernur seharusnya juga punya lumbung-lumbung cadangan tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum inisiatif kita lakukan," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Prabowo juga mengonfirmasi realisasi dana penanganan darurat kepada daerah terdampak.

"Bantuan yang Rp 20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?" kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Suharyanto memastikan alokasi dana darurat tersebut telah disalurkan tepat sasaran.

"Sudah sampai kok sudah sampai. Kami juga sudah sampaikan ke pak bupati. Bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," kata Suharyanto, Kepala BNPB.

Rapat penanganan bencana di Posko Nagekeo tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed