Prabowo Tegaskan Penghematan Korupsi Topang Penanganan Bencana Alam
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan pemerintah menggerakkan ratusan helikopter, pesawat, hingga alat berat untuk penanganan bencana alam berasal dari efisiensi anggaran lewat penutupan celah kebocoran dan pemberantasan korupsi pada Selasa (25/8/2026).
Penghentian praktik korupsi memberikan ruang finansial bagi negara untuk menyiagakan puluhan helikopter, belasan pesawat, ratusan bor serta pompa air, dan ribuan personel di lokasi bencana, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Kehadiran armada dan fasilitas pendukung tersebut dinilai terbukti mempercepat respons darurat di berbagai wilayah terdampak bencana alam di Indonesia.
"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," ujar Prabowo dalam acara Peluncuran Program PLTS 100 GWp yang ditayangkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyampaikan bahwa pengelolaan aset serta kekayaan bangsa secara jujur merupakan amanat utama dalam mengarahkan kekuatan negara untuk kepentingan publik.
Ia menekankan penindakan korupsi tetap dijalankan secara konsisten oleh pemerintah demi mengamankan anggaran keuangan negara.
"Walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh. Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu?
Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas.
Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," beber Prabowo.
Hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan koordinasi lintas sektor antara kementerian, lembaga, TNI, Polri, hingga BNPB berjalan efektif dalam memitigasi dampak El Nino.
"Dan kita bersyukur, saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur pemerintah daerah, K/L-K/L (kementerian/lembaga), TNI, Polri, BNPB, Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, semua bekerja secara efektif. Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi," tambah ia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow