Dokter JEC Ungkap Pilihan Penanganan Kelainan Refraksi Mata

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Penanganan kelainan refraksi mata memerlukan prosedur yang disesuaikan dengan kondisi organ penglihatan setiap individu. Dilansir dari Investor Daily, langkah koreksi tidak hanya terbatas pada penggunaan kacamata, tetapi juga melibatkan tindakan medis seperti LASIK, SMILE Pro, ICL, hingga corneal cross-linking.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat minimal 2,2 miliar orang global mengalami gangguan penglihatan. Sekitar 1 miliar kasus di antaranya sebenarnya dapat dicegah atau belum memperoleh penanganan. Gangguan refraksi bersama katarak menjadi penyebab utama masalah penglihatan dunia yang memicu estimasi kerugian ekonomi hingga US$411 miliar per tahun.

Kacamata bekerja membelokkan cahaya masuk agar penglihatan lebih jelas tanpa mengubah struktur kornea. Koreksi kacamata tergolong aman untuk gangguan refraksi yang stabil. Namun, pergantian kacamata berulang tidak mampu menghentikan perubahan struktur kornea akibat penyakit progresif.

"Perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat menyebabkan kelainan refraksi, seperti miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder. Pada astigmatisme reguler, kelengkungan kornea masih berpola teratur dan umumnya dapat dikoreksi dengan kacamata. Sementara pada astigmatisme tidak teratur, cahaya dapat tersebar ke beberapa titik sehingga menimbulkan pandangan berbayang, distorsi, silau, dan halo," ujar dr Sharita R Siregar SpM(K), Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics sekaligus Head of Lions Eye Bank Jakarta.

Inovasi teknologi menyediakan berbagai metode koreksi, namun pilihan tindakan wajib mempertimbangkan jenis gangguan refraksi, ketebalan dan bentuk kornea, stabilitas ukuran kacamata, serta anatomi mata secara menyeluruh.

"Tidak semua kelainan refraksi memiliki kondisi yang sama. Perubahan ukuran kacamata yang cepat, pandangan berbayang, serta silau atau halo yang semakin mengganggu dapat menjadi tanda irregularitas maupun penyakit kornea yang perlu diperiksa lebih lanjut," kata dr Sharita.

Prosedur LASIK memanfaatkan laser femtosecond untuk membentuk lapisan tipis atau flap pada kornea. Flap dibuka agar laser excimer dapat membentuk ulang kornea sesuai ukuran minus, plus, atau silinder pasien, sebelum dikembalikan ke posisi semula tanpa jahitan.

Di sisi lain, SMILE Pro menawarkan prosedur tanpa pembuatan flap. Teknologi ZEISS VISUMAX 800 ini membentuk lapisan jaringan lenticule dalam kornea yang dikeluarkan melalui sayatan mikro 2–4 milimeter dengan paparan laser sekitar 8–10 detik per mata.

JEC Eye Hospitals and Clinics juga menghadirkan layanan LASIK Xtra yang mengombinasikan LASIK dan corneal cross-linking dalam satu tindakan. Setelah pembentukan kornea dengan laser excimer, larutan riboflavin diaplikasikan dan diaktivasi menggunakan sinar ultraviolet A selama kurang lebih tiga menit guna memperkuat struktur kolagen kornea.

Pilihan Opsi Tanpa Pengikisan Kornea

Implantable Collamer Lens (ICL) menjadi opsi medis ketika kondisi kornea tidak ideal untuk dibentuk ulang menggunakan laser. Lensa tambahan ICL ditanam di belakang iris dan di depan lensa alami untuk memberikan koreksi tanpa mengikis kornea.

Calon pasien bedah refraktif wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh, mulai dari topografi kornea, pengukuran ketebalan kornea, tekanan bola mata, hingga kesehatan retina.

"Secara umum, kandidat Laser Vision Correction harus berusia minimal 18 tahun, memiliki ukuran minus atau silinder yang stabil setidaknya selama 12 bulan, tidak sedang hamil atau menyusui, serta memiliki kondisi dan ketebalan kornea yang memenuhi parameter keamanan. Pengguna lensa kontak juga perlu melepas lensa untuk jangka waktu tertentu sebelum pemeriksaan agar hasil pemetaan kornea lebih akurat, sesuai arahan dokter," tutur dr Sharita.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed