Dokter Spesialis Ungkap Bahaya Floaters Mata dan Tanda Daruratnya

Smallest Font
Largest Font

Kemunculan bayangan atau benang hitam pada penglihatan, yang dikenal sebagai floaters, kerap dialami oleh individu berusia di atas 50 tahun. Fenomena ini muncul akibat penggumpalan cairan gel di dalam bola mata seiring bertambahnya usia.

Seperti dilansir dari Investor Daily, dr Roy Tan dari Cornerstone Eye Centre, Asian Healthcare Specialists Singapura, menjelaskan bahwa gumpalan tersebut membiaskan bayangan ke retina saat terkena cahaya. Bayangan ini makin jelas terlihat saat menatap latar putih atau matahari terik.

Proses degenerasi ini tergolong alami dan dapat dialami oleh hampir semua orang seiring proses penuaan. Meski demikian, risiko floaters dapat meningkat lebih cepat pada penderita rabun jauh atau miopia, serta orang yang pernah mengalami benturan fisik pada area mata.

Meskipun pada umumnya tidak berbahaya, pemeriksaan ke dokter mata tetap sangat dianjurkan. Dokter Roy menekankan bahwa terdapat sejumlah gejala spesifik yang menjadi petunjuk bahwa kondisi penglihatan sedang berada dalam bahaya.

Pertama, pasien perlu waspada apabila floaters muncul dalam jumlah yang sangat banyak secara mendadak, menyerupai hujan bintik hitam. Gejala kedua adalah munculnya kilatan cahaya secara terus-menerus pada area penglihatan.

Gejala ketiga yang patut diwaspadai adalah munculnya bayangan menyerupai tirai yang menutupi pandangan dari sudut mana pun. Kondisi-kondisi tersebut mengindikasikan gangguan yang lebih serius pada organ mata.

"Ini adalah tanda-tanda bahaya karena hal tersebut bisa berarti itu bukan sekadar floaters biasa, melainkan bisa jadi robekan retina (retinal tear) atau bahkan pelepasan retina (retinal detachment)," ujar dr Roy.

Langkah Penanganan Robekan dan Pelepasan Retina

Penanganan medis yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Apabila pemeriksaan menunjukkan adanya robekan pada retina, dokter dapat melakukan prosedur laser guna menutup bagian yang robek tersebut.

Namun, jika kondisi telah berkembang menjadi pelepasan retina yang parah, tindakan pembedahan wajib dilakukan. Sejumlah pasien kerap tidak menyadari keberadaan lubang pada retina karena telah terbiasa dengan floaters dalam waktu lama.

"Sebagian pasien, mereka berkata, oh, mereka sudah mengalami floaters sejak sangat, sangat lama. Kemudian ketika saya memeriksa mata mereka, ternyata ada lubang retina yang sudah ada di sana selama beberapa waktu, dan Anda tidak pernah tahu kapan lubang retina ini bisa berubah menjadi pelepasan retina, yang jauh lebih serius. Jadi, lakukan saja pemeriksaan mata agar merasa tenang, sehingga Anda tahu bahwa kondisi mata Anda baik-baik saja." tegas dr Roy.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed