PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Evaluasi Akuisisi Aset Geo Dipa
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah melakukan evaluasi terhadap potensi akuisisi aset panas bumi Dieng dan Patuha milik PT Geo Dipa Energi, dilansir dari Investor Daily pada Jumat (17/7/2026).
Langkah penjajakan ini dinilai berpotensi mempercepat peningkatan kapasitas operasional perusahaan karena kedua aset tersebut sudah beroperasi penuh. Berdasarkan data operasional, aset Dieng dan Patuha mempunyai total kapasitas operasi sebesar 120 MW, meskipun volume produksinya mengalami penurunan dari 859 GWh pada 2024 menjadi 763 GWh pada 2025.
Di sisi lain, kinerja internal PGEO menunjukkan pertumbuhan positif dengan produksi listrik naik 14,5% secara tahunan (yoy) mencapai 2.284 GWh selama lima bulan pertama tahun 2026. Perusahaan juga menargetkan peningkatan kapasitas terpasang menjadi 988 MW pada 2028 melalui sejumlah proyek ekspansi organik, termasuk Ulubelu Binary Unit 1-3 dan Hululais Unit 1-2.
Analisis mengenai langkah strategis korporasi ini disampaikan oleh pihak sekuritas yang mengamati perkembangan performa keuangan dan rencana ekspansi emiten energi terbarukan tersebut.
"Kami menilai akuisisi tersebut dapat menjadi jalur yang lebih cepat bagi PGEO untuk meningkatkan kapasitas, karena aset Dieng dan Patuha telah beroperasi. Kedua aset itu memiliki total kapasitas operasi sekitar 120 MW," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey.
Peningkatan performa selama lima bulan pertama tahun ini didorong oleh kontribusi penuh Lumut Balai Unit 2 serta naiknya penyaluran listrik akibat keterbatasan pasokan energi fosil lain.
"Kondisi ini mendorong rata-rata faktor kapasitas PGEO menjadi 90,2%, meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkap Andhika.
Proyeksi keuangan perusahaan juga diperkirakan tumbuh positif dengan laba bersih tahun ini yang diestimasi mencapai US$ 144,9 juta, serta meningkat menjadi US$ 161,9 juta pada 2027.
"Skenario dasar kami telah memperhitungkan rencana ekspansi organik PGEO. Namun, potensi penyesuaian tarif panas bumi dan akuisisi aset Geo Dipa belum dimasukkan ke dalam valuasi, sehingga dapat memberikan tambahan potensi kenaikan," sebut Andhika.
Seiring dengan evaluasi ekspansi kapasitas ini, target harga saham perusahaan mengalami penyesuaian berbasis metode discounted cash flow (DCF).
"BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PGEO dengan menaikkan target harga berbasis metode discounted cash flow (DCF) menjadi Rp 1.300 dari sebelumnya Rp 1.250," jelas Andhika.
Meskipun memiliki prospek pertumbuhan, rencana ini tetap menghadapi risiko operasional jika terjadi normalisasi pasokan batu bara yang lebih cepat serta potensi keterlambatan penyelesaian proyek atau pembengkakan belanja modal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow