STAR Asset Management dan Makmur Bahas Strategi Portofolio Tahan Siklus Pasar
STAR Asset Management bersama Makmur menggelar acara Build to Last di The Langham Jakarta pada 29 Agustus 2026 untuk membahas strategi membangun portofolio kekayaan yang tahan menghadapi siklus pasar dan menjaga fleksibilitas keuangan jangka panjang.
Acara ini dihadiri sekitar 70 nasabah Makmur Premium dari segmen high-net-worth individual (HNWI) dan fokus pada pentingnya fungsi aset dalam portofolio, bukan semata mengejar return tinggi, dilansir dari Investor Daily.
CIO STAR Asset Management Rania Rahmundita menyoroti kondisi pasar saat ini, seperti suku bunga AS yang masih tinggi, pelemahan Rupiah sekitar 10% dalam setahun terakhir, serta koreksi pasar saham Indonesia sekitar 25% sepanjang 2026. Namun, obligasi Indonesia masih menawarkan return yang menarik.
"Dalam membangun portofolio, investor perlu melihat setiap aset berdasarkan fungsinya, bukan hanya berdasarkan return. Diversifikasi bukan sekadar memiliki banyak instrumen, tetapi memastikan setiap bagian dari portofolio memiliki peran yang jelas," ujar Rania.
Rania menambahkan bahwa fungsi portofolio bisa mencakup pendapatan dalam dolar AS, pendapatan rutin dalam Rupiah, hingga likuiditas untuk kebutuhan dan peluang investasi.
Pendiri kanal edukasi finansial The Overpost, Leonard Hartono, memberikan perspektif personal mengenai pentingnya human capital selain financial capital dalam membangun kekayaan.
"Orang berumur lebih konservatif bukan karena penakut tapi karena mesin refill-nya sudah beda ukuran," kata Leonard, menekankan perlunya menyesuaikan strategi investasi dengan usia, risiko, kebutuhan likuiditas, dan kemampuan menghasilkan pendapatan.
Leonard juga mengingatkan bahwa investasi harus memperhitungkan "inflasi kehidupan" yang mencakup kenaikan kebutuhan dan standar hidup, bukan hanya inflasi resmi.
CEO Makmur, Sander Parawira, menegaskan pentingnya manajemen risiko dalam investasi. Ia menyatakan leverage bukan sumber return, melainkan memperbesar dampak keputusan yang benar atau salah.
"Strategi investasi tidak cukup hanya mengandalkan ide yang tepat. Investor juga perlu memastikan risiko berada dalam batas yang dapat dikelola," ujar Sander. Ia menambahkan bahwa kerugian besar membutuhkan kenaikan jauh lebih tinggi untuk mengembalikan nilai aset ke posisi semula.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow