Peringatan Maulid Nabi 1448 H Diwarnai Ulasan Peristiwa Agung

Smallest Font
Largest Font

Umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026. Momentum tahunan ini menjadi pijakan bagi para ulama dan penceramah untuk mengulas kembali jejak sejarah serta peristiwa luar biasa yang mengiringi kelahiran Rasulullah SAW.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Tahun Gajah ditandai oleh sederet fenomena besar. Berbagai literatur sirah mencatat kekuasaan Allah SWT yang menggagalkan serangan pasukan bergajah pimpinan Abrahah ke Makkah, runtuhnya balkon Istana Kisra Persia, hingga padamnya api sesembahan kaum Majusi yang telah menyala ratusan tahun.

Dalam kajian rutin di Masjid Nurul Islam Palembang pada Ahad Subuh, 23 Agustus 2026, Ustaz Nazaruddin Al Hafiz menjelaskan perubahan besar pada batas alam setelah Rasulullah SAW lahir.

"Manusia sejak saat itu tidak bisa lagi melihat alam gaib, sampai saat ini," kata Nazaruddin, Ustaz Masjid Nurul Islam Villa Gardena 4 Palembang.

Nazaruddin memaparkan bahwa sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, area Ka'bah sempat menjadi pusat berkumpulnya berbagai makhluk halus dan berhala. Namun, kelahiran Rasulullah SAW menjadi titik balik pembatasan alam nyata dan gaib oleh Allah SWT.

Di sisi lain, keagungan kelahiran Rasulullah SAW juga dirasakan hingga penjuru bumi lewat pancaran cahaya spiritual.

"Ketika aku melahirkannya, dari diriku keluar cahaya yang menerangi istana-istana negeri Syam," kata Sayyidah Aminah binti Wahab, ibunda Nabi Muhammad SAW dalam riwayat yang dinukil Ibnu Sa'ad.

Riwayat tersebut turut diperkuat oleh kutipan hadis dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili mengenai kesaksian ibunda Rasulullah SAW.

Sementara itu, Ulama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam pengajiannya membedah bagaimana tanda-tanda alam dan para penentang justru menjadi saksi sejarah kenabian.

"Adalah Rasulullah itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan. Wajahnya berseri-seri layaknya bulan purnama, tingginya cukup tidak terlalu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya," kata Hind bin Abu Halah, paman dari sebelah ibu Al-Hasan bin Ali.

Para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap bijak menyikapi keakuratan derajat riwayat sejarah. Walau terdapat perbedaan pendapat ahli terkait tanggal pasti kelahiran, peringatan Maulid Nabi tetap menjadi momen penting untuk memperdalam keimanan serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed