Perempuan Lajang di Kota Besar Alihkan Pilihan ke Kencan Buta
Fenomena kejenuhan terhadap aplikasi kencan mendorong sejumlah perempuan lajang di kota-kota besar, seperti Surabaya, beralih ke layanan kencan buta terkurasi. Metode ini dinilai lebih aman dan memberikan kepastian kenyamanan dalam mencari pasangan hidup.
Jasa mak comblang Blinddate Indonesia mencatat tingginya antusiasme masyarakat terhadap metode ini. Dari total 1.300 pendaftar yang masuk, pengelola hanya meloloskan 12 peserta melalui proses kurasi ketat untuk pelaksanaan sesi ke-22 demi menjaga kesetaraan gender.
Proses penyaringan tersebut membutuhkan waktu selama 14 hari dengan melibatkan sekitar 10 orang tim kurator. Langkah ini diambil untuk memastikan calon peserta memenuhi sejumlah kriteria dasar sebelum dipertemukan.
Pendiri Blinddate Indonesia, Mahathir Al Afgahani Zein, menjelaskan bahwa standar seleksi mencakup kestabilan ekonomi, kesetaraan finansial, kondisi mental, hingga kecocokan hobi antarpeserta.
Perubahan preferensi ini juga mendapat sorotan dari akademisi Universitas Gadjah Mada. Peneliti agama dan budaya, Ladrina Bagan, menilai ada pergeseran ekspektasi perempuan dalam memilih calon pasangan.
"Perempuan sekarang sudah mulai sadar, yang kami tuntut hanyalah decent human being, orang yang tahu cara memperlakukan orang lain dengan benar," ujar Ladrina.
Pergeseran perilaku dari ruang digital ke interaksi tatap muka ini turut disikapi oleh sosiolog Universitas Gadjah Mada, Desintha Asriani. Ia memandang fenomena tersebut erat kaitannya dengan dinamika kelas sosial masyarakat urban.
"Permintaan itu terbentuk dari perubahan sosial online ke offline, ini juga menggambarkan fenomena kelas sosial," ujar Desintha.
Maraknya kasus penipuan dan pelanggaran privasi di platform digital menjadi alasan utama para peserta beralih ke kencan buta terstruktur. Kejadian buruk di platform daring membuat tingkat kepercayaan pengguna menurun drastis.
Seorang peserta kencan buta berusia 30 tahun, Nina, membagikan pengalaman buruknya saat menggunakan platform kencan digital sebelum akhirnya memutuskan pindah ke kencan buta.
"Saya tidak terlalu percaya dengan dating app karena beberapa kali hampir kena tipu, ada yang love bombing, ada pula yang meminta identitas diri (KTP)," kata Nina.
Melalui kencan buta, Nina merasa memiliki ruang aman untuk mengenal banyak orang baru secara singkat dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih baik.
Peserta lain yang berprofesi sebagai PNS, Dinda, mengungkapkan rasa leganya setelah mengikuti kegiatan kencan buta secara langsung. Momen tersebut memberinya kepastian mengenai status kepemilikan pasangan di usianya saat ini.
"Lega rasanya, ternyata masih ada orang-orang di usia yang relatif dekat dengan kondisi melajang yang sama seperti diriku," ujar Dinda.
Di sisi lain, inspirasi aktivitas kencan sederhana juga tercermin dalam serial drama Korea Spooky in Love melalui karakter Cheon Yeo Ri dan Ma Gang Uk. Karakter tersebut menampilkan berbagai ide kegiatan kencan praktis seperti makan bersama, mengunjungi museum, berjalan santai, berolahraga, bermain gim, berfoto di photo box, hingga mendatangi tempat wisata. Momen romantis tersebut membuktikan bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan biaya mahal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow