Perbedaan Letak Geografis Memengaruhi Jadwal Sholat Palembang dan Surabaya

Smallest Font
Largest Font

Perbedaan letak geografis memengaruhi penetapan waktu ibadah sholat fardu di Kota Palembang dan Kota Surabaya pada Minggu (30/8/2026). Penentuan jadwal harian ini menjadi acuan penting bagi umat Islam agar mendirikan sholat tepat waktu.

Untuk wilayah Kota Palembang, pelaksanaan ibadah dimulai dengan sholat Subuh pada pukul 04.45 WIB. Selanjutnya, waktu Zuhur masuk pada pukul 12.05 WIB, Asar pukul 15.21 WIB, Magrib pukul 18.06 WIB, dan Isya pada pukul 19.15 WIB.

Masyarakat di daerah sekitar Palembang seperti Banyuasin dan Ogan Ilir diimbau mengacu pada jadwal wilayah masing-masing karena letak geografis yang memengaruhi waktu sholat.

Sementara itu, jadwal ibadah harian di Kota Surabaya diawali dengan Imsak pada pukul 04.06 WIB dan Subuh pukul 04.16 WIB. Waktu Duha jatuh pada pukul 05.56 WIB, Zuhur pukul 11.33 WIB, Asar pukul 14.52 WIB, Magrib pukul 17.32 WIB, serta Isya pukul 18.41 WIB.

Rangkaian waktu sholat di Surabaya tersebut menunjukkan penyesuaian harian. Pada Sabtu (29/8/2026), waktu Zuhur di Surabaya tercatat pada pukul 11.34 WIB, sedangkan terbit matahari berada pada pukul 05.29 WIB.

Landasan kewajiban mendirikan sholat fardu dan menunaikan zakat bagi umat Islam tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 43.

"Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku."

Penegasan mengenai pelaksanaan ibadah sholat pada waktu yang telah ditentukan juga termuat dalam surah Hud ayat 114.

"Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam."

Pelaksanaan setiap sholat fardu diawali dengan pembacaan niat di dalam hati sesuai dengan waktu ibadah dan jumlah rakaatnya.

"Aku berniat sholat fardu isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

Lafal niat tersebut dibaca saat hendak mendirikan sholat pada malam hari.

"Aku berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

Bacaan niat berikutnya diucapkan untuk pelaksanaan ibadah dua rakaat pada pagi hari.

"Aku berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam mekarena Allah Ta'ala."

Untuk sholat empat rakaat di siang hari, lafal niat dibaca sebelum ibadah dimulai.

"Aku berniat sholat fardu asar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

Selanjutnya, lafal niat tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan sholat pada sore hari.

"Aku berniat sholat fardu magrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

Rangkaian lafal niat diakhiri untuk pengerjaan sholat tiga rakaat pada petang hari.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed