Penyebab Orang Mudah Melontarkan Komentar Jahat di Media Sosial
Aksi rundungan di media sosial yang menimpa pasien pengguna BPJS Kesehatan hingga meninggal dunia menjadi perhatian publik. Kasus ini bermula dari curhatan pasien yang lama menunggu ruangan rumah sakit, namun justru mendapat komentar buruk dari sejumlah tenaga kesehatan di jejaring sosial, dilansir dari Detikcom.
Sanksi ketat seperti penghentian praktik hingga pemeriksaan etik telah dijatuhkan oleh instansi terkait kepada oknum yang terlibat. Peristiwa tersebut kembali memicu pertanyaan besar mengenai alasan psikologis di balik kemudahan seseorang melemparkan komentar negatif di ruang digital.
Pakar Psikologi Forensik dari Universitas Gloucestershire Inggris, Dr Amy Grubb, menjelaskan bahwa dinamika komentar jahat di internet dipengaruhi oleh lemahnya isyarat sosial. Minimnya interaksi tatap muka secara langsung membuat seseorang lebih berani melakukan penghinaan, ejekan, maupun serangan pribadi.
Kondisi tersebut memperlihatkan keterbatasan pelaku dalam merasakan ketidaknyamanan orang lain akibat perbuatannya. Sifat platform digital yang mendukung anonimitas turut menghapus kekhawatiran pelaku terhadap konsekuensi balik atas tindakan mereka.
"Orang yang memposting komentar tidak melihat dampak emosional pada penerima yang dituju dan oleh karena itu tidak menerima umpan balik secara langsung mengenai bagaimana pesan tersebut dapat memengaruhi perasaan penerima, seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh, sehingga tidak ada konsekuensi negatif atas perilaku tersebut," kata Dr Grubb.
Temuan penelitian juga mengindikasikan bahwa individu yang rutin melempar ejekan di dunia maya memiliki tingkat empati rendah serta kecenderungan agresif bawaan.
Penurunan Nilai Martabat Sesama Pengguna
Faktor pemicu lain berkaitan dengan penurunan cara pandang terhadap martabat manusia di media sosial. Dikutip dari Verywell Mind, sebagian pengguna tidak lagi melihat pemilik akun lain sebagai sesama manusia, melainkan sekadar target dalam platform bebas.
Cara pandang ini menghilangkan kendali diri dan kewaspadaan dalam berkomunikasi. Tanpa adanya tatap muka langsung, kepedulian terhadap respons emosional korban menjadi pudar, sehingga perilaku agresif makin mudah meluap.
Langkah Menghentikan Lingkaran Komentar Jahat
Menghadapi paparan ujaran kebencian di jejaring sosial memerlukan strategi perlindungan diri. Memilih platform yang minim toksisitas serta membiasakan diri untuk melewati komentar buruk tanpa perlu membacanya dapat melatih kontrol emosi.
Langkah paling efektif tetap berada pada pembatasan durasi penggunaan perangkat elektronik secara berkala. Berbagai kajian membuktikan bahwa pengurangan waktu layar membantu menjaga kesehatan mental, sekaligus mengalihkan fokus pada aktivitas nyata seperti berolahraga dan berinteraksi dengan keluarga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow