Penyaluran Pinjaman Pergadaian Nasional Tembus Rp103 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan mencatat penyaluran pinjaman industri pergadaian nasional tumbuh lebih dari 33 persen secara tahunan hingga menembus total pembiayaan Rp103,36 triliun, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (13/8/2026).

Pertumbuhan sektor pergadaian melaju cepat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan daya beli masyarakat. PT Pegadaian (Persero) sebagai pemain terbesar mencatatkan kenaikan pinjaman berjalan bruto melebihi 58 persen secara tahunan, sementara rasio kredit bermasalah tetap terjaga di bawah 1 persen.

Penguatan regulasi melalui Peraturan OJK Nomor 39 Tahun 2024 dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan memperkokoh kerangka operasional pergadaian formal. Model pembiayaan berbasis agunan menjadi pilihan masyarakat karena proses penilaian kredit bertumpu pada barang jaminan secara cepat dan sederhana.

Nasabah ritel memanfaatkan skema gadai emas perhiasan atau barang elektronik untuk menutup kebutuhan arus kas harian. Salah satu nasabah katering asal Matraman, Rahmawati, memanfaatkan fasilitas ini untuk memperkuat modal usaha.

"Bahan-bahan pokok lagi naik semua, sementara saya dapat pesanan katering untuk acara akhir pekan ini. Kalau nunggu pembayaran dari klien minggu depan, modalnya tidak muter. Ke sini cuma butuh 15 menit. Bawa kalung emas 5 gram, uang modal langsung cair ke rekening," ujar Rahmawati, pemilik usaha katering rumahan asal Matraman.

Penggunaan aset sebagai jaminan sementara memberikan fleksibilitas likuiditas bagi masyarakat tanpa perlu menjual barang berharga secara permanen.

Di sisi lain, tren pergadaian merambah segmen premium dengan aset agunan berupa jam tangan mewah, barang bermerek, perhiasan berlian, hingga logam mulia skala besar. PT Lesca Gadai Premier menggarap pasar ini dengan menawarkan pendanaan hingga miliaran rupiah serta mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO/IEC 27001:2022.

Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama menyampaikan bahwa momentum kenaikan harga emas global dimanfaatkan para kolektor dan pebisnis untuk memaksimalkan potensi nilai aset mereka.

"Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor dan pengusaha. Melalui skema pendanaan berbasis aset yang kami tawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal," ujar Bastian Purnama, Direktur Lesca Gadai Premier.

Layanan pendanaan ini dirancang agar nasabah tetap memegang hak kepemilikan atas aset fisik yang dijaminkan.

"Mereka bisa mendapatkan pencairan dana hingga miliaran rupiah berdasarkan taksiran harga pasar terkini yang sedang tinggi, namun aset fisik mereka tetap berada dalam kepemilikan mereka," kata Bastian.

Layanan privat dihadirkan untuk menjaga kerahasiaan transaksi pebisnis yang memerlukan pembiayaan cepat tanpa mengganggu reputasi atau momentum ekspansi usaha.

"Bagi para pemimpin bisnis, waktu dan reputasi adalah komoditas yang paling berharga. Menunggu proses persetujuan kredit perbankan konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu tentu akan membuat momentum ekspansi hilang. Di sisi lain, mereka tidak ingin pasar mencium bahwa mereka sedang membutuhkan dana taktis," ujar Bastian.

Proses taksiran barang dilakukan secara langsung di kediaman atau kantor nasabah melalui tim penilai khusus sebelum dana ditransfer.

Ekonom senior Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai skema pembiayaan berbasis aset premium menjadi alternatif yang lebih efisien ketimbang melepaskan instrumen investasi lain.

"Bagi segmen kelas atas, efisiensi biaya modal dan perlindungan reputasi adalah kunci. Meminjam dana dengan jaminan aset mewah yang sedang menguat nilainya bisa lebih efisien dibandingkan harus menarik deposito berjangka lebih awal atau menjual kepemilikan saham di saat pasar saham sedang bergejolak," ujar Piter Abdullah, Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies.

Pergeseran ini mengubah persepsi publik terhadap instrumen pergadaian di berbagai tingkatan ekonomi.

"Lembaga seperti Lesca Gadai Premier berhasil mengubah persepsi gadai dari sekadar solusi darurat menjadi alat bantu navigasi keuangan," kata Piter.

Seluruh transaksi pergadaian, baik skala kecil di gerai ritel maupun nilai besar di ruang privat, bertumpu pada kebutuhan penyediaan likuiditas dan pengelolaan arus kas.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed