Pemerintah Dorong Pemilahan Sampah dan PSEL di Bekasi Atasi Timbunan Sampah

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia terus berupaya mengatasi masalah timbunan sampah yang diprediksi mencapai 146.780 ton per hari pada 2029 mendatang, dengan fokus pada pemilahan sampah dan pemanfaatan teknologi pengolahan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pentingnya pemilahan sebagai kunci utama pengelolaan sampah. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (26/8/2026).

"Pemilahan sampah itu sederhana, tetapi itu menjadi kunci. Untuk sukses, kita mengurai sampah yang sudah menumpuk-numpuk itu, gunungnya itu kelihatan," ujar Zulhas.

Zulhas juga menyambut baik kehadiran PSEL Bekasi yang akan memproduksi listrik untuk memenuhi kebutuhan Kota Bekasi. PSEL dirancang untuk kota atau kabupaten yang memiliki timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

"Tadi dari sana kelihatan gunung, tapi ternyata itu kan gunung sampah. Belum wanginya, wangi semerbak. Bisa lho kalau kita bersama-sama seperti ini, sampah yang rumit, ruwet, itu bisa kita selesaikan dalam tempo yang singkat," tambah Zulhas.

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan PSEL Bekasi akan memanfaatkan 500 ribu ton sampah per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton.

"Dan inisiatif yang bernilai Rp3 triliun ini dari sisi investasi diperkirakan menciptakan 1.000 lapangan kerja hijau, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90%," ujar Pandu.

Selain itu, PSEL juga akan menyuplai energi bersih bagi sekitar 55.000 rumah di Kota Bekasi, memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed