Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Maulid Nabi 25 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai hari libur nasional. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2025.

Penetapan tanggal 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut berpatokan pada awal bulan ke-3 kalender Islam yang dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026. Data Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah mencatat tanggal awal bulan yang sama.

Status penetapan tersebut murni merupakan hari libur nasional tanpa diiringi cuti bersama. Para pekerja dapat memanfaatkan skenario cuti tahunan pada Senin, 24 Agustus 2026, untuk mendapatkan masa libur panjang sejak akhir pekan Sabtu, 22 Agustus 2026.

Momentum keagamaan ini berdekatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedekatan tanggal ini dinilai menjadi waktu tepat merefleksikan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan berbangsa.

Akademisi dari UIN Antasari Banjarmasin menyoroti pentingnya pembuktian rasa cinta kepada Rasulullah melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

"Cinta kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari kesempurnaan iman, tetapi cinta itu tidak cukup hanya diucapkan. Cinta kepada Rasul harus dibuktikan dengan mengikuti dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan," ujar Akademisi UIN Antasari, Dr. Dzikri Nirwana, M.Ag.

Dzikri menjelaskan bahwa keteladanan tersebut mencakup ranah ibadah, keluarga, kepemimpinan, hingga hubungan bermasyarakat untuk mendorong perubahan perilaku nyata.

"Rabiul Awal seharusnya menjadi momentum transformasi akhlak. Jika kita mencintai Nabi, maka kita belajar menjadi pribadi yang jujur, amanah, menghargai sesama, tidak mudah memecah persaudaraan, dan mampu memberikan manfaat," katanya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari tersebut menekankan pentingnya menyatukan semangat keagamaan dan kebangsaan melalui amal kebaikan bagi seluruh elemen bangsa.

"Mencintai Rasulullah SAW adalah dengan meneladani akhlaknya, sedangkan mensyukuri kemerdekaan Indonesia adalah dengan mengisinya melalui amal kebaikan dan kontribusi bagi bangsa," ucapnya.

Peringatan Maulid Nabi juga dimaknai melalui empat sifat terpuji Rasulullah, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Masyarakat Indonesia umumnya memperingati momen ini dengan pengajian, pembacaan shalawat, hingga tradisi budaya lokal.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed