Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat dan LPG

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah merilis paket stimulus ekonomi semester II-2026 dengan menetapkan tarif Bea Masuk 0 persen untuk impor suku cadang pesawat dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) sektor petrokimia pada Sabtu (25/7/2026).

Langkah strategis ini diterapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2026, seperti dilansir dari Detik Finance. Fasilitas fiskal tersebut diberikan khusus untuk memacu efisiensi bagi sektor industri perawatan pesawat serta bahan baku petrokimia nasional.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa insentif ini merupakan respons atas dinamika ekonomi global demi menjaga performa sektor riil.

"Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu dunia usaha menghadapi tekanan ekonomi global yang menyebabkan biaya produksi meningkat. Dengan beban biaya yang lebih rendah, pelaku usaha diharapkan dapat menjaga kegiatan usahanya, meningkatkan efisiensi, dan tetap berdaya saing," kata Haryo.

Pemberian insentif perpajakan ini menjadi revisi ketiga atas regulasi terdahulu, yakni PMK Nomor 26/PMK.010/2022. Regulasi anyar tersebut telah disahkan sejak pertengahan Juli lalu.

"Kebijakan tersebut diatur dalam PMK Nomor 50 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas PMK Nomor 26/PMK.010/2022. PMK ini ditetapkan pada 15 Juli 2026 dan mulai berlaku tujuh hari setelah diundangkan," jelas Haryo.

Pelaksanaan pembebasan bea masuk bagi sektor aviasi kemudian diperjelas melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2026. Sementara itu, kriteria bagi korporasi petrokimia yang berhak mengimpor LPG berkode HS 2711.12.00 dan 2711.13.00 dengan tarif nol persen tertuang dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1944 Tahun 2026 untuk masa berlaku enam bulan.

"Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor riil. Melalui efisiensi biaya produksi, pelaku industri diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk berinvestasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing," pungkas Haryo.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed