Kinerja Chandra Asri (TPIA) Bakal Meledak Tahun Ini
Penulis : Harso Kurniawan 27 Aug 2026 | 20:07 WIB
JAKARTA, Investor.id – Kinerja PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bakal meledak tahun ini, seiring besarnya kontribusi dari Aster, perusahaan kilang minyak dan pemain petrokimia di Singapura. Ini bakal mendongkrak saham TPIA yang kini dinilai terlalu murah.
Berdasarkan riset Henan Putihrai Sekuritas (HPS), Aster sebagai pemain kilang murni sulit tergantikan di TPIA. Sebab, perusahaan ini bisa mengintegrasikan bisnis minyak mentah dan produk polimer, sehingga tidak ada masalah di bahan baku dan volatilitas laba.
Gross refining margin (GRM) Aster, tulis HPS, juga cukup tinggi, berkisar US$20-30 per baret tahun ini, di atas acuan US$21 per barel dan tahun 2025 US$8 per barel.
“Sejalan dengan itu, pendapatan TPIA ditaksir naik 5,9 kali tahun 2026 menjadi US$12,3 miliar dengan EBITDA US$1,8 miliar, ditopang kinerja operasional,” tulis HPS, dikutip Kamis (27/8/2026).
Rekomendasi dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Kabar Merger dengan TBIG Muncul, Saham MTEL Bakal Segini
Anak Usaha HOPE Kantongi Kontrak Tambang Nikel, Pendapatan Terdongkrak
Akuisisi 51% Saham Rampung, DOOH Ganti Pengendali
Siloam (SILO) Berencana Akuisisi 14 Rumah Sakit Senilai Rp 6,9 Triliun
Saham Tambang Pilihan Asing, Ledakan Cuan 50%
Lifestyle 5 menit yang lalu Mulut Kering dan Sisa Makanan Bisa Memicu Bau Mulut Mulut kering, sisa makanan, dan pertumbuhan bakteri dapat menghasilkan senyawa sulfur yang menjadi penyebab utama bau mulut.
Market 11 menit yang lalu Skenario Merger MTEL-TBIG Merger Mitratel (MTEL) dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berpotensi menjadi katalis baru bagi industri menara.
Finance 15 menit yang lalu PNM Bersama Media Bergerak Bantu Korban Bencana di NTT dan NTB Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menggalang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana di NTT dan NTB.
Finance 16 menit yang lalu Modal LPS Jadi Opsi Dana Awal Penjaminan Polis Opsi ini muncul karena dana PPP yang berasal dari iuran industri asuransi diperkirakan belum cukup menghadapi kegagalan perusahaan fase awal
International 20 menit yang lalu 900 Warga Asing Hilang Usai Banjir Bandang dan Longsor Nepal dan Tibet Sekitar 900 warga asing hilang usai banjir bandang terjang Nepal dan Tibet. 4.000 tentara dikerahkan evakuasi korban di Himalaya.
Tag Terpopuler
Terpopuler
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026, Cek Rinciannya Bank Central Asia (BBCA) Menyedot Perhatian
Penulis : Harso Kurniawan 27 Aug 2026 | 20:07 WIB
Di luar itu, HPS mencatat, proyek chlor alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) TPIA bakal masuk fase komerrsial tahun 2027 yang membuka jalan perseroan masuk bisnis HPAL. Lalu, ada bisnis ritel BBM Esso di Singaputa yang menjanjikan arus kas berkelanjutan bagi TPIA.
Semua rencana ekspansi TPIA, tulis HPS didukung oleh pemegang saham, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Thai Oil. Masih ada juga opsi pendanaan US$200 juta untuk bisnis CA-EDC.
Akan tetapi, HPS menilai, semua kabar baik itu belum terefleksi di saham TPIA, lantaran hanya diperdagangkan di EV/EBTDA 4 kali. Maka dari itu, HPS menyematkan rekomendasi buy saham TPIA dengan target harga Rp3.030, mencerminkan potensi kenaukan 63%.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow