Pelni Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Jalan Pascagempa

Smallest Font
Largest Font

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan operasional kapal dari dan menuju Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur, tetap berjalan meski terjadi gempa bumi pada Sabtu pagi. Pelni melakukan beberapa penyesuaian operasional dengan prioritas utama keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran proses embarkasi dan debarkasi. "Dalam pelaksanaannya, Pelni melakukan sejumlah penyesuaian kegiatan operasional dengan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran proses embarkasi dan debarkasi," ujar Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya.

Pelni menekankan keselamatan semua pihak sebagai prioritas utama dalam menghadapi kondisi pascagempa tersebut.

"Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT," kata Budi. Sejumlah fasilitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, terdampak akibat gempa, sehingga kapal Pelni sementara menggunakan Dermaga 2, menggantikan Dermaga 4 yang sebelumnya menjadi lokasi sandar kapal.

Pelni terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan otoritas setempat untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan serta melakukan penyesuaian kegiatan pelayanan penumpang. Evakuasi fasilitas tangga darat yang terjatuh ke laut juga segera dilaksanakan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kapal.

"Setiap penyesuaian kegiatan sandar dan pelayanan penumpang dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, baik bagi kapal, penumpang, awak kapal, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam proses embarkasi dan debarkasi," jelas Budi. Budi menambahkan Pelni terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan operasional sesuai arahan otoritas terkait. "Kami terus berkoordinasi dan memonitor perkembangan kondisi di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan kami lakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penumpang," ujarnya.

Bagi penumpang yang terdampak dan membatalkan perjalanan, Pelni memberikan pengembalian dana 100 persen sebagai bentuk penanganan kondisi force majeure, dengan proses refund maksimal dua hari setelah jadwal keberangkatan kapal.

Pelni juga mengimbau calon penumpang mengikuti informasi resmi terkait jadwal dan pelayanan kapal melalui kanal resmi perusahaan. "Kami akan menyampaikan perkembangan operasional lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan arahan dari otoritas terkait," kata Budi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed