111 Pekebun Ikuti Pelatihan Teknis Panen Sawit di Palembang

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 111 pekebun sawit asal Kabupaten Musi Rawas dan Muara Enim mengikuti Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 di Palembang, Sumatra Selatan, pada 24–29 Agustus 2026. Pelatihan ini digelar oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dengan dukungan BPDP, Ditjen Perkebunan Kementan, serta Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel dan kabupaten setempat, seperti dilansir dari Investor Daily.

Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta demi menggali potensi produksi serta mendongkrak mutu hasil panen sawit rakyat yang selama ini memiliki rata-rata rendemen nasional berkisar 16–23 persen.

Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Fandi Hidayat, menjelaskan bahwa pengelolaan tanaman yang tepat hingga proses pengangkutan ke pabrik kelapa sawit (PKS) memegang peranan vital dalam menjaga rendemen.

"Penerapan teknik panen dan pascapanen yang tepat menjadi salah satu cara untuk menggali potensi produksi yang sebenarnya sudah tersedia di lahan pekebun," ujar Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Fandi Hidayat.

Ia menuturkan bahwa kesalahan dalam pengolahan awal, seperti buah dipanen terlalu muda atau terlalu lama diangkut, dapat langsung menurunkan nilai ekonomi yang diterima para petani.

"Pelatihan penting terutama dalam hal kita menggali potensi produksi yang ada di lahan bapak dan ibu sekalian. Ilmu yang diperoleh pada kegiatan pelatihan ini dapat diterapkan, diimplementasikan ketika nanti bapak dan ibu sudah kembali ke tempat (kebun) masing-masing," ujar Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Fandi Hidayat.

Peserta pelatihan terbagi menjadi empat angkatan, yakni 51 orang dari Musi Rawas dan 60 orang dari Muara Enim. Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Minanga Ogan pada 27 Agustus 2026.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Herlan Kagami, berharap agar para alumni pelatihan dapat membagikan ilmu yang didapat kepada komunitas petani lainnya di daerah asal mereka.

"Ilmu tak berhenti di peserta. Harapan kami adalah bapak ibu semua setelah mengikuti apa yang kita kerjakan selama beberapa hari ke depan nantinya akan memberi bekal kepada bapak ibu dan pada akhirnya bisa menulari kepada masyarakat di sekitar kita," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Herlan Kagami.

Melalui penguatan keterampilan panen dan penanganan pascapanen ini, mutu tandan buah segar (TBS) diharapkan tetap terjaga secara optimal hingga tiba di pabrik pengolahan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed