Laba Bersih SSMS Melonjak 41,5 Persen pada Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

Produsen minyak kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengantongi laba periode berjalan sebelum penyesuaian proforma sebesar Rp1 triliun pada semester I-2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Capaian ini menunjukkan lonjakan hingga 41,5 persen dari Rp707,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan terdorong oleh kenaikan pendapatan usaha dan peningkatan efisiensi operasional.

Laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026 mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp9,6 triliun, tumbuh 36,5 persen atau bertambah Rp2,58 triliun secara tahunan. Penjualan kepada pihak ketiga menjadi penyumbang terbesar pendapatan SSMS dengan nilai Rp9,5 triliun atau porsi 99,05 persen. Komoditas CPO menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp5,32 triliun, disusul Palm Olein sebesar Rp2,29 triliun, Minyak Inti Sawit (CPKO) Rp729,4 miliar, Palm Stearin Rp490,4 miliar, RBDPO Rp244,6 miliar, serta Minyak Goreng Kemasan Rp242,9 miliar.

Adapun transaksi dengan pihak berelasi tercatat Rp92,1 miliar, yang berasal dari penjualan Asam Lemak Distilat Rp61,4 miliar dan Tandan Buah Segar (TBS) Rp30,7 miliar. Berdasarkan pelanggan utama, Olam Global Agri Pte. Ltd. menyumbang Rp3,8 triliun atau 40 persen dari total pendapatan, sementara Eco Commodity Pte. Ltd. berkontribusi Rp2,4 triliun atau 25 persen.

Kenaikan volume dan pendapatan turut mendorong beban pokok penjualan naik 29,5 persen menjadi Rp5,8 triliun dari sebelumnya Rp4,5 triliun pada semester I-2025. Kendati demikian, laju beban pokok yang lebih rendah dibanding pendapatan membuat laba bruto melonjak 48,94 persen menjadi Rp3,78 triliun. Laba usaha perseroan juga meningkat 29,5 persen menjadi Rp1,68 triliun. Capaian ini didukung oleh keuntungan atas perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp145,8 miliar, membaik dari posisi kerugian Rp122,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba sebelum pajak penghasilan badan SSMS tercatat menguat 35,9 persen menjadi Rp1,36 triliun, dengan beban pajak yang naik menjadi Rp356,03 miliar. Hasil ini membuat laba periode berjalan setelah penyesuaian proforma mencapai Rp1 triliun, naik 39,3 persen secara tahunan, sementara laba per saham tumbuh menjadi Rp94,9. Hingga 30 Juni 2026, total aset perseroan naik 10,63 persen menjadi Rp15,03 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp13,58 triliun. Liabilitas perseroan juga meningkat 13,99 persen menjadi Rp12,13 triliun, utamanya dipicu kenaikan utang bank jangka pendek menjadi Rp3,43 triliun.

Ekuitas perseroan terkoreksi tipis 1,49 persen menjadi Rp2,9 triliun karena adanya pembagian dividen kas. Sementara itu, saldo kas dan setara kas akhir periode terbilang Rp673,5 miliar, tumbuh 9,94 persen dibanding posisi Juni 2025 namun menyusut 22,9 persen dari posisi akhir tahun 2025.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed