PDI P Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Usai Pidato Prabowo
Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menegaskan partainya tetap konsisten berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang untuk menjaga kelancaran mekanisme kontrol dan keseimbangan, Minggu (26/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam, yang menyebut PDI Perjuangan sebetulnya memiliki pandangan serta hati yang sama dengan pemerintah.
Guntur menyampaikan bahwa perbedaan utama antara partainya dan pemerintah saat ini murni terletak pada pilihan posisi politik formal.
"Setuju dan sependapat. Tidak ada perbedaan sedikit pun," ujar Guntur kepada Kompas.com.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk berada di luar kabinet merupakan garis resmi partai.
"Yang membedakan kami adalah posisi politik saat ini, PDI-P berada di luar pemerintahan, memposisikan sebagai politik penyeimbang dan menjaga checks and balances, yang merupakan hasil keputusan kongres, instruksi Ketua Umum dan rakernas partai," imbuh Guntur.
Sikap tersebut merespons pandangan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menekankan bahwa perbedaan arena politik maupun kompetisi antarpartai merupakan hal wajar dalam berdemokrasi.
"Bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga gabung lagi.
PDI-P juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Coba, cek. Dari hatinya, sebetulnya sama.
UUD 1945 yang bikin bung Karno kok, bung hatta, ya, pendiri-pendiri bangsa kita. Hatinya itu sama. Hanya, belum bikin rekomendasi seperti ijtima ulama, belum.
Kita enggak masalah," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara membedakan antara kritik yang bersifat membangun dengan tindakan fitnah.
"Kritik itu baik. Kritik itu menyelamatkan. Kritik itu mengingatkan sebetulnya.
Tapi ada beda kritik dan caci maki. Iya kan? Kritik dengan fitnah itu beda itu.
Tapi enggak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita jalankan kebenaran, kalau kita berada di jalan yang benar tidak ada masalah, kita akan terus kuat," imbuh Prabowo.
Sementara itu, dukungan terhadap pandangan Presiden datang dari Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay yang menilai dinamika politik elite saat ini berjalan kondusif.
Saleh mengungkapkan bahwa seluruh kebijakan PDI Perjuangan sewaktu memegang kekuasaan juga berorientasi pada percepatan pembangunan nasional.
"PDIP itu kan juga pernah berkuasa. Pada saat itu, semua kebijakannya diarahkan agar pembangunan cepat terwujud. Semua komponen bangsa diajak ikut serta," kata Saleh saat dihubungi, Minggu (26/7/2026).
Ia mengapresiasi masukan dari luar pemerintahan sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya roda pemerintahan.
"Kritik dan evaluasi tidak selamanya benci dan tidak suka. Kadang, justru itu adalah model terbaik untuk menunjukkan kasih sayang," ucap dia.
Saleh menambahkan bahwa hubungan antarpimpinan partai politik tetap harmonis tanpa timbul gejolak berarti.
"Ambil positifnya saja. Sejauh ini, semua berjalan tanpa halangan. Di tingkat elite parpol pun tidak ada masalah," ujar dia.
Adapun kutipan pidato Prabowo Subianto dalam perayaan harlah PKB tersebut dilansir dari detikcom.
"Jadi Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," kata Prabowo saat pidato acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.
Presiden menutup pidatonya dengan kembali menguraikan kesamaan pandangan dasar seluruh elemen bangsa.
"PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow