PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar Ke-35 di Jombang dengan Sistem Digital
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan arena Muktamar Ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026, guna memastikan kelancaran acara tertinggi NU.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyoroti aspek teknis penting seperti pemasangan layar besar di setiap venue persidangan untuk memantau jalannya sidang serta penegakan disiplin penggunaan mikrofon selama sidang berlangsung.
"Saya kira di setiap venue persidangan perlu ada layar besar yang bisa meninjau keberlangsungan persidangan," ujar Gus Yahya. Ia juga mengingatkan, "Disiplin mic itu penting. Jangan biarkan orang pegang mic kecuali dipersilakan oleh pimpinan sidang." Gus Yahya sempat berziarah ke makam pendiri NU KH A Wahab Chasbullah di Tambakberas, berharap muktamar berjalan lancar.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama tim panitia melakukan simulasi registrasi peserta yang berbasis digital dan barcode. Sistem ini dipastikan mempercepat verifikasi peserta dan menghindari peserta ilegal atau pengganti.
"InsyaAllah jika semua pihak disiplin dan tertib, tidak akan ada penumpukan antrean yang panjang. Semuanya berjalan nyaman dan presisi karena sistem sudah terintegrasi dengan data tunggal," kata Gus Ipul. Ia juga mengapresiasi kerja cepat panitia yang menyiapkan infrastruktur muktamar dalam 50 hari.
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menyatakan calon Ketua Umum PBNU harus memiliki kapasitas manajerial dan teknokratis untuk menggerakkan organisasi dan menjalankan arahan Rais Aam. Ia menegaskan pentingnya menyatukan potensi NU dan menjalankan fungsi perbaikan organisasi agar tetap sesuai fikrah NU.
"Ketua Umum itu harus memiliki manajerial, scale untuk kemampuan mengelola, kemudian juga mampu secara teknik memang bisa menggerakkan organisasi," ujar KH Ma’ruf Amin. Ia menambahkan, "NU harus menyatu, bukan terpecah-pecah." Ia juga memperingatkan bahaya jika NU berhenti bergerak karena konflik internal.
Di sisi lain, nama Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mencuat sebagai calon Ketua Umum PBNU dengan dukungan dari berbagai jaringan NU di daerah, termasuk PWNU Aceh dan KH Said Aqil Siradj mantan Ketua Umum PBNU.
"Gus Rozin saya bangga Alhamdulillah, bila perlu maju Ketua PBNU. Saya dukung, saya dukung," kata KH Said Aqil. Dukungan ini muncul setelah Gus Rozin melakukan silaturahmi dan menyerap aspirasi warga NU di tingkat akar rumput.
Para pendukung menilai Gus Rozin mampu memperkuat pesantren, kemandirian jam’iyah, dan jaringan NU sebagai pusat koordinasi organisasi di masa depan. Bursa calon Ketua Umum PBNU masih dinamis dan keputusan akhir akan diambil melalui muktamar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow