PBNU Beri Waktu Satu Bulan Susun Kepengurusan Baru
Tim formatur Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diberi waktu satu bulan untuk menyusun struktur kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kepastian masa kerja ini disampaikan oleh Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (31/8/2026).
Struktur tim formatur tersebut dipimpin langsung oleh Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar sebagai ketua, serta didampingi oleh Ketua Umum terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang bertindak sebagai sekretaris bersama sejumlah anggota formatur lainnya.
"Dikasih waktu satu bulan. Dikasih satu bulan tim formatur untuk menyusun kepengurusan," kata Gus Ipul.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh tahapan muktamar di Jombang, Jawa Timur, yang dinilainya telah mencapai target penataan organisasi.
"Ya kita serahkan kepada ketua formatur Rais Aam, sekretarisnya Ketua Umum, selebihnya ada beberapa anggota formatur," ujar Gus Ipul.
Pelaksanaan forum tertinggi organisasi keagamaan ini juga menandai perubahan mekanisme penentuan pucuk pimpinan untuk menghindari persaingan ketat antarstruktur pengurus.
"Alhamdulillah muktamar telah selesai, saya bersyukur sekali karena penyelenggaraannya sukses, hasil-hasilnya sukses, target-targetnya semua bisa tercapai," ujar Gus Ipul.
Kehadiran kepala negara sepanjang pembukaan hingga penutupan acara turut dinilai menjadi catatan sejarah tersendiri dalam pelaksanaan muktamar kali ini.
"Mudah-mudahan ya ini dengan hasil yang sudah kita dapatkan bisa kita tindak lanjuti, untuk kemudian NU bisa berkontribusi lebih besar bagi kepentingan agama, bangsa, dan negara," ujar Gus Ipul.
Perubahan tata cara pemilihan Ketum PBNU dipastikan membatasi mekanisme perolehan suara langsung guna menjaga keharmonisan internal organisasi.
"Jadi ini satu hal yang kita syukuri. Presiden hadir pada saat pembukaan dan pada saat penutupan, itu juga apresiasi yang luar biasa untuk pertama kalinya ya, Presiden hadir di saat pembukaan maupun di saat penutupan. Kita semua bergembira," kata Gus Ipul.
Prosedur baru menempatkan Rais Aam terpilih bersama Anggota Ahli Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai pihak yang menentukan nama pimpinan dari usulan cabang serta wilayah.
"Sistem pemilihan baru untuk Ketua Umum yang lebih cocok dengan kondisi hari ini, menghindari persaingan yang lebih ketat atau yang lebih keras, yang membuat pengelompokan," kata Gus Ipul.
Gus Ipul merincikan bahwa setiap kepengurusan tingkat cabang dan wilayah menyetorkan nama bakal calon pengurus kepada tim AHWA yang telah ditetapkan.
"Misalnya kalau dulu pemilihan Ketua Umum itu one man one vote, sekarang pemilihannya sudah ditentukan oleh Rais Aam terpilih dan anggota AHWA, di mana cabang dan wilayah yang memiliki hak suara mengusulkan satu sekurang-kurangnya dan lima sebanyak-banyaknya calon Ketua Umum yang diteruskan nanti ke Rais Aam dan AHWA terpilih," kata Gus Ipul.
Gus Ipul turut membantah anggapan adanya dorongan dari pihak Istana Kepresidenan terhadap penetapan pasangan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin.
"Tidak ada intervensi, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses muktamar ini," kata Gus Ipul.
Panitia menegaskan bahwa desas-desus mengenai intervensi politik luar tidak sesuai dengan realitas dinamika persidangan yang berlangsung.
"Ah, itu isu-isu aja. Banyak isu di luar sana ya. Banyak sekali, dulu tahu sendiri kan isunya kayak apa ini. Tapi ternyata kita lihat semua berjalan lancar, ya," kata Gus Ipul.
Informasi yang beredar di media sosial mengenai independensi muktamar disebut tidak menggambarkan kejadian sebenarnya di arena muktamar.
"Berita-berita yang selama ini kita lihat di medsos kadang-kadang itu jauh dari kenyataan, ya," kata Gus Ipul.
Organisasi NU memiliki aturan serta mekanisme internal yang matang untuk menyelesaikan dinamika yang terjadi sepanjang pelaksanaan muktamar.
"NU sudah muktamar ke-35 ya, dalam situasi dan kondisi yang macam-macam dan NU punya cara untuk menyelesaikan semua masalah. NU juga tahu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan yang ada," kata Gus Ipul.
Rangkaian pelaksanaan Muktamar ke-35 NU ditutup dengan penetapan lima calon Ketum PBNU oleh AHWA untuk diproses lebih lanjut oleh tim formatur.
"Jadi saya bisa pastikan bahwa tidak ada itu intervensi," kata Gus Ipul.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow