Muktamar Ke-35 NU di Jombang Resmi Ditutup
Rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi ditutup di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said pada Senin (31/8/2026). Forum tertinggi ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis kepengurusan.
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf, menyatakan seluruh agenda persidangan telah rampung sesuai jadwal yang ditetapkan. Forum tersebut meliput laporan pertanggungjawaban, lima sidang pleno, enam sidang komisi, hingga agenda Bahtsul Masail.
Pelaksanaan tahapan pengambilan keputusan dalam muktamar tersebut tercatat diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta serta peninjau dari berbagai wilayah.
"Dapat kami laporkan bahwa sejak dibuka, seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 dapat kita selesaikan sesuai jadwal dan agenda," ungkap Saifullah Yusuf.
Salah satu hasil penting forum tersebut adalah perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang kini menggunakan sistem Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA). Melalui skema ini, setiap cabang dan wilayah mengusulkan satu hingga lima nama calon.
Lima nama pemilik suara terbanyak kemudian diserahkan kepada Rais Aam terpilih untuk dimusyawarahkan bersama anggota AHWA.
"Ketua umum tidak lagi dipilih langsung dengan mekanisme one man one vote, namun tiap perwakilan boleh menuliskan satu sampai lima nama calon. Setelah semua nama dihitung, lima nama calon teratas itu lalu dibawa Rais Aam ke meja perundingan AHWA," jelas Saifullah Yusuf.
Penerapan mekanisme baru tersebut bertujuan untuk meneguhkan kembali supremasi Syuriyah dalam struktur jam’iyyah NU. Hasil musyawarah muktamar menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
"Kami ingin mengucapkan selamat kepada yang mulia Kiai Miftachul Akhyar yang kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam PBNU, dan juga selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU," ucap Saifullah Yusuf.
Sejumlah tokoh yang sempat diusulkan menjadi calon Ketua Umum PBNU turut menghadiri acara penutupan, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf, KH Zulfa Mustofa, KH Muhammad Yusuf Chudlori, serta KH Abdussalam Shohib.
"Ini menunjukkan bahwa kader-kader NU berbesar hati di tengah-tengah perbedaan yang ada," tambah Saifullah Yusuf.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow