Pakar BRIN Sebut Super El Nino 2026 Akan Menguat dan Picu Kekeringan di Indonesia
Fenomena Super El Nino 2026 diperkirakan akan semakin menguat dalam beberapa pekan ke depan, menurut Prof. Dr. Erma Yulihastin, pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menyebut El Nino tahun ini berkembang lebih cepat dibanding 2023.
Indeks El Nino hingga 19 Juli 2026 mencapai 1,74 derajat Celsius, menandakan El Nino kuat yang bahkan melampaui puncak El Nino 2023, dengan potensi mencapai kategori Super El Nino pada Agustus 2026, dilansir dari Detik iNET.
Erma menjelaskan, penguatan El Nino akan memicu badai tropis lebih sering dan intens di Samudra Pasifik. Satelit Himawari mendeteksi lima sistem badai, dua di antaranya siklon tropis, yang berpotensi menyebabkan banjir di Amerika, Filipina, dan negara lintang menengah belahan bumi utara.
"Akhirnya, lembaga resmi cuaca ekstrem Eropa telah menyebut Super El Nino dan konsekuensi perubahan sirkulasi atmosfer yang dipicunya," tulis Erma di akun X pribadinya.
Namun, Indonesia diprediksi mengalami kondisi sebaliknya sebagai wilayah bayangan hujan (rain shadow) dari Samudra Pasifik, sehingga kekeringan diperkirakan semakin meluas.
"Indonesia akan menjadi wilayah bayangan hujan (rain shadow) dari Samudra Pasifik, sehingga akan dilanda kekeringan yang semakin meluas dari hari ke hari," ujar Erma.
Data dari Bureau of Meteorology Australia dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology menunjukkan El Nino akan terus menguat hingga mencapai kategori Super El Nino pada Agustus 2026.
Erma menjelaskan pemanasan di permukaan laut belum menggambarkan kondisi sesungguhnya, karena lapisan bawah permukaan laut menyimpan panas dua hingga tiga kali lebih besar dibanding permukaan, dengan suhu tertinggi mencapai 9°C.
"Pemanasan di permukaan Samudra Pasifik tidak ada apa-apanya dibandingkan pemanasan di lapisan bawah permukaan laut yang dua hingga tiga kali lebih panas. Suhu tertingginya bahkan mencapai 9°C," jelas Erma.
Panaskan berlebih ini akan berpindah ke permukaan laut dan dilepaskan ke atmosfer, memperkuat El Nino dalam beberapa bulan ke depan.
"Karena itulah Super El Nino dipastikan akan terjadi dan suhu permukaan laut akan terus meningkat secara bertahap," kata Erma.
Erma juga mencatat karakter El Nino 2026 yang berkembang sangat cepat sejak Februari 2026, dengan peningkatan intensitas sekitar 0,2°C setiap pekan tanpa pelemahan seperti pada 2023.
"Kenaikannya terjadi pada skala mingguan sekitar 0,2°C sejak Februari 2026 hingga sekarang. Tidak ada fluktuasi sama sekali seperti pada 2023 yang sempat melemah atau stagnan. Pertumbuhan yang agresif ini menunjukkan 'keganasan' El Nino 2026," ucap Erma.
Selain itu, pemanasan lapisan laut saat ini lebih luas dibandingkan saat El Nino besar pada 1997. Meski prediksi iklim masih dapat berubah, tren saat ini menunjukkan potensi Super El Nino 2026 perlu diantisipasi secara serius karena dampaknya terhadap cuaca ekstrem, kekeringan, dan sektor pangan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow