Nilai Impor Indonesia Melonjak 27 Persen pada Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Nilai impor Indonesia melonjak 27,02 persen secara tahunan hingga mencapai US$ 26,09 miliar pada Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Lonjakan belanja luar negeri tersebut dipicu oleh peningkatan signifikan pada pengiriman komoditas migas maupun nonmigas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, merinci bahwa lonjakan terbesar terjadi pada sektor migas yang melambung 49,91 persen secara tahunan menjadi US$ 3,77 miliar. Sementara itu, impor nonmigas mampu membukukan nilai US$ 22,33 miliar atau mengalami pertumbuhan 23,83 persen.

"Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong impor nonmigas dengan andil peningkatan 20,91%," ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono.

Pengelompokan barang berdasarkan penggunaannya menunjukkan peningkatan di seluruh segmen selama Juli 2026. Sektor bahan baku atau penolong mencatatkan porsi lonjakan tertinggi hingga 32,33 persen dengan angka US$ 18,76 miliar, disusul barang modal senilai US$ 5,1 miliar yang naik 17,38 persen, serta barang konsumsi yang tumbuh 10,5 persen menjadi US$ 2,24 miliar.

"Pada Juli 2026 seluruh impor menurut golongan penggunaan mengalami peningkatan secara tahunan," terang Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono.

Akumulasi total nilai impor Indonesia dari Januari hingga Juli 2026 telah menyentuh US$ 163,33 miliar, atau naik 19,94 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Sepanjang tujuh bulan tersebut, sektor migas menyumbang US$ 25,77 miliar dan nonmigas mencapai US$ 137,56 miliar.

Peningkatan tertinggi pada sepuluh komoditas utama nonmigas dipimpin oleh mesin serta perlengkapan elektrik yang melonjak US$ 3,85 miliar. Kenaikan substansial juga tercatat pada mesin/peralatan mekanis sebesar US$ 3,3 miliar; garam, belerang, batu, dan semen US$ 1,63 miliar; plastik dan barang dari plastik US$ 1.264,1 juta; bahan bakar mineral US$ 971,3 juta; besi dan baja US$ 826,0 juta; berbagai produk kimia US$ 780,6 juta; serta bahan kimia organik US$ 104,4 juta.

Tiga komoditas nonmigas yang mendapat sorotan khusus dari BPS mencakup mesin mekanik, mesin elektrik, serta produk plastik.

"Nilai impor tiga komoditas tersebut memberikan andil sebesar 37,88% terhadap total impor," tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed