Menteri Pertahanan AS Minta Dana Tambahan Perang Iran
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengajukan anggaran tambahan sebesar 67 miliar dolar AS kepada Komite Alokasi Senat untuk mendanai operasi militer di Timur Tengah. Pengajuan ini disampaikan di Washington pada Selasa, 21 Juli 2026, di tengah biaya perang Iran yang telah membengkak hingga 37,5 miliar dolar AS.
Pengajuan dana darurat ini dilakukan guna mengatasi krisis amunisi dan menutupi pengeluaran militer yang melonjak tajam. Hegseth memperingatkan bahwa tanpa suntikan dana tersebut, Pentagon akan menghadapi kendala serius dalam menjalankan operasi tempur dan pelatihan prajurit.
Di hadapan para senator, Hegseth merincikan alokasi anggaran yang dibutuhkan oleh pihak militer. Sebanyak 46 miliar dolar AS direncanakan untuk pembelian amunisi serta perluasan lini produksi senjata, sedangkan 21 miliar dolar AS sisanya dialokasikan bagi gaji prajurit, bahan bakar, dan penggantian peralatan tempur.
Sesi dengar pendapat di Senat sempat terhenti berulang kali akibat aksi protes dari pengunjuk rasa anti-perang yang menerobos ruang sidang. Polisi Capitol bergerak cepat mengamankan dan mengawal para demonstran keluar dari lokasi kejadian.
"Hentikan membom anak-anak kami, hentikan membom Palestina, ini ilegal," teriak seorang pengunjuk rasa saat dikawal keluar dari ruangan.
Hegseth terpaksa menghentikan penyampaian pernyataannya sebanyak empat kali hingga situasi di dalam ruang sidang kembali kondusif.
"Kita hidup di dunia yang berbahaya," kata Hegseth.
Ia melanjutkan keterangannya dengan menekankan pentingnya persetujuan anggaran tersebut demi menjaga kelangsungan operasional militer AS di wilayah konflik.
"Tanpa dana ini, kita menghadapi kekurangan kritis yang mengancam kemampuan kita untuk sekadar membayar anggota layanan kita, dengan cepat mengisi kembali peralatan dan amunisi, dan mempertahankan operasi vital tanpa gangguan," ujar Hegseth.
Ia menegaskan bahwa setiap pengeluaran akan difokuskan untuk meningkatkan kesiapan tempur pasukan militer Amerika Serikat.
"Setiap dolar yang dialokasikan akan digunakan untuk membangun 'keganasan' pasukan militer AS dan memperkuat perdamaian melalui kekuatan," ucap Hegseth.
Ia juga menambahkan bahwa dana ini merupakan langkah jangka panjang untuk menjaga keunggulan militer AS dari negara-negara pesaing.
"Saya meminta bom yang tepat pada waktu yang tepat," tutur Hegseth.
Pengajuan anggaran ini mendapat penolakan keras dari anggota Senat kubu Demokrat yang menilai pengeluaran perang sudah tidak terkendali. Senator Patty Murray mengkritik janji pemerintah terkait penyelesaian konflik yang tak kunjung terealisasi.
"Perang ini sekarang meluas di luar kendali lagi," kata Senator Patty Murray, anggota senior dari Partai Demokrat pada panel tersebut.
Ia mempertanyakan permintaan dana tambahan yang dinilai sangat besar di tengah situasi konflik yang berlarut-larut.
"President Donald Trump telah memberi tahu kita lebih dari 40 kali sekarang bahwa kesepakatan sudah dekat dan perang akan segera berakhir. Namun sekarang dia meminta 70 miliar dolar AS lagi dan meminta kita untuk percaya begitu saja [bahwa] semuanya akan baik-baik saja," ujar Senator Patty Murray.
Kritik senada disampaikan oleh Senator Kirsten Gillibrand yang menyoroti prioritas belanja pemerintah di tengah kesulitan ekonomi masyarakat domestik.
Ia mempertanyakan urgensi penambahan anggaran militer tersebut di saat konflik sebelumnya diklaim telah dimenangkan.
"Satu dari pertanyaan terbesar yang harus dijawab Pete Hegseth hari ini adalah mengapa dia memasarkan suplemen testosteron untuk pasukan kita minggu lalu sambil menahan jumlah korban dalam perang Iran dari rakyat Amerika," kata Senator Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat.
Penolakan terhadap anggaran ini membuat pembahasan rancangan undang-undang keuangan di Kongres diprediksi berlangsung alot hingga sesi berikutnya pada September mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow