Harga Emas Turun ke Level Terendah 3 Pekan Akibat Konflik AS-Iran dan Kenaikan Minyak
Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Rabu (2/9/2026) akibat eskalasi konflik antara AS dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Harga emas tercatat turun 0,6% menjadi US$ 4.302,89 per ons troi, level terendah sejak 7 Agustus 2026. Penurunan ini merupakan sesi keempat berturut-turut dan harga emas masih di bawah moving average 200 hari yang menjadi perhatian pasar. Harga emas berjangka Desember 2026 juga turun 1,02% menjadi US$ 4.351,79 per ons troi, dilansir dari Investor Daily.
Dolar AS yang menguat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Tekanan harga emas ini terjadi setelah serangan udara AS terhadap Iran pada Selasa (1/9/2026) yang memicu respons Iran dan eskalasi konflik serius dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan harga minyak yang berlangsung tiga sesi berturut-turut memicu kekhawatiran inflasi semakin memburuk. Imbal hasil obligasi AS juga meningkat, menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Bas Kooijman, CEO dan fund manager DHF Capital SA, mengatakan, "Kenaikan harga minyak dapat terus memperketat ekspektasi kebijakan moneter dan mendorong yield lebih tinggi, sehingga membatasi potensi pemulihan harga emas." Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran inflasi akibat ketegangan AS-Iran.
Meski emas selama ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya berdampak negatif karena tidak memberikan imbal hasil. Saat ini pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 67% menurut CME FedWatch Tool.
Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga jika inflasi tidak mereda. Pernyataan ini menguatkan sinyal hawkish, yang sebelumnya sudah disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Pasar kini fokus pada data ketenagakerjaan AS; laporan ADP akan dirilis pada Rabu (2/9/2026), sedangkan data nonfarm payrolls yang lebih penting akan keluar Jumat (4/9/2026). Kooijman menambahkan, "Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dapat mengurangi tekanan terhadap harga emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat atau pernyataan The Fed yang semakin hawkish berpotensi memperpanjang pelemahan emas."
Di pasar logam mulia lain, harga perak spot turun 1% menjadi US$ 63,60 per ons troi, platinum melemah 1% ke US$ 1.722,23, dan palladium turun 1,4% menjadi US$ 1.292,21 per ons troi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow