Pete Hegseth Ungkap Biaya Perang Iran Capai 37,5 Miliar Dolar

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengungkapkan dalam sidang Komite Alokasi Senat pada Selasa (21/7) bahwa biaya perang dengan Iran sejauh ini telah menelan anggaran sebesar 37,5 miliar dolar AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth saat menjalani pemeriksaan oleh Senat terkait permintaan dana tambahan dari Gedung Putih sebesar 87,6 miliar dolar AS, dengan 67 miliar dolar AS di antaranya dialokasikan khusus untuk perang.

Selain Hegseth, Komite Alokasi Senat juga mengajukan pertanyaan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine serta Menteri Pertanian Brooke Rollins dalam sidang yang berlangsung selama lebih dari 3,5 jam tersebut.

Ketua Komite dari Partai Republik, Susan Collins, membuka persidangan dengan menegaskan pentingnya alokasi anggaran tambahan tersebut demi menjaga keamanan nasional Amerika Serikat.

"Anggota Kongres memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa [personel militer AS] memiliki alat, pelatihan, dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan misi mereka," kata Collins, Ketua Komite Alokasi Senat.

Collins menambahkan bahwa kendati terdapat perbedaan pandangan di dalam komite, Departemen Pertahanan tetap menghadapi kebutuhan mendesak yang harus dibayar, termasuk mengatasi kekurangan amunisi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komite dari Partai Demokrat, Patty Murray, mengkritik keras pemerintahan Donald Trump karena memulai perang dengan Iran tanpa persetujuan dari Kongres dan menyebut biaya perang tersebut sangat dahsyat.

Ketegangan meningkat saat Senator Demokrat Gary Peters dan Kirsten Gillibrand mencecar Hegseth. Peters bahkan menyebut Hegseth dan perang tersebut sebagai sebuah kegagalan hingga memicu perdebatan sengit.

"Senator, banyak dari kemampuan kami yang dirahasiakan, tetapi jika ada siapa pun di dunia ini yang dapat menjangkau apa pun di bumi ciptaan Tuhan ini, itu adalah militer Amerika Serikat," kata Hegseth, Menteri Pertahanan AS.

Pernyataan Hegseth tersebut menjadi jawaban atas pertanyaan Senator Republik John Kennedy mengenai kemampuan militer AS untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah program nuklir Iran di Gunung Pickaxe.

"Kami membutuhkan jawaban yang jujur," kata Kennedy, Senator Republik asal Louisiana.

"Apakah kita memiliki kemampuan untuk menghancurkan apa pun yang ada di bawah Gunung Pickaxe?" ujar Kennedy, Senator Republik asal Louisiana.

Di luar ruang sidang, Presiden Donald Trump memberikan tanggapan terkait dugaan pemindahan sentrifugal nuklir Iran ke dalam gua di Gunung Pickaxe atau Kolang Gaz La.

"Saya pikir mereka mungkin telah melakukannya; kami tidak memilikinya dalam catatan," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

"Semua yang kita lakukan adalah membaca berita bohong, Anda tahu, kita melihat... berita sering kali salah, jadi Anda tahu, mungkin kali ini mereka benar," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

"Itu tidak berarti apa-apa kecuali mereka memiliki bahannya. Anda berbicara tentang sentrifugal," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

"Kami mengikuti bahannya, di situlah aksinya, dan kami akan menghantam area itu sangat, mungkin cukup segera dan sangat keras," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selain pembahasan perang Iran, Trump juga mempertahankan kebijakan pengenaan tarif baru sebesar 50 persen terhadap sebagian besar barang-barang dari Kanada.

"Kanada sangat, sangat keras terhadap kita selama bertahun-tahun, selama bertahun-tahun, dan tidak ada presiden lain yang melakukan apa pun mengenai hal itu," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

"Demi keadilan bagi mereka, mereka membutuhkan kita untuk bertahan hidup. Tanpa kita, tidak ada cara bagi mereka untuk bertahan hidup," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Gedung Putih menyatakan tarif tersebut akan berlaku dalam 30 hari dan mencakup berbagai produk seperti anggur, stik hoki, hingga semen, namun mengecualikan produk energi, ikan, mineral kritis, serta kalium carbonate.

Menanggapi kebijakan tersebut, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan kesiapan negaranya untuk memperdalam pembahasan perdagangan dengan Washington.

"Ini adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan perdagangan sepihak AS yang dimulai dengan AS memberlakukan serangkaian tarif yang melanggar langsung Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko," kata Carney, Perdana Menteri Kanada.

Carney menambahkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump pada Selasa dan kedua pihak sepakat untuk mengintensifkan negosiasi dalam beberapa minggu mendatang guna menyelesaikan perselisihan perdagangan tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed