Menteri Luar Negeri Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN ke-59 di Ottawa
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menghadiri perayaan Hari ASEAN ke-59 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa pada Senin malam waktu setempat, menandai sejarah baru sebagai Menlu Kanada pertama yang hadir langsung di acara tersebut. Acara ini diselenggarakan oleh ASEAN Committee in Ottawa (ACO) di bawah kepemimpinan Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, dan dihadiri hampir 200 tamu dari kalangan diplomatik, parlemen, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, serta tokoh masyarakat. Kehadiran Menlu Anand menyusul partisipasinya dalam ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Post-Ministerial Conference di Manila, yang mengadopsi Rencana Aksi Kemitraan Strategis ASEAN-Kanada 2026–2030, menandai semakin kuatnya hubungan diplomatik dan ekonomi kedua pihak, dilansir dari Investor Daily.
Dubes Muhsin Syihab menegaskan peran ASEAN sebagai jangkar stabilitas global di tengah dinamika geopolitik.
"ASEAN mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, namun ASEAN tetap menjadi kekuatan penyeimbang, mengelola perbedaan secara damai, dan menjaga perdamaian tidak hanya melalui balance of power, tetapi melalui balance of trust," ujar Dubes Muhsin. Menlu Anita Anand menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia di ACO dan menegaskan komitmen jangka panjang Kanada di kawasan.
"Kanada dan ASEAN mungkin dipisahkan oleh Samudra Pasifik, tetapi masa depan kita semakin terhubung. Kita memiliki kepentingan bersama dalam pasar terbuka, jalur laut yang aman, perdamaian, dan stabilitas," kata Menlu Anand. Ia juga menegaskan komitmen Kanada untuk menyelesaikan ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) pada 2026.
Dilansir dari Investor Daily, kemitraan ASEAN dan Kanada menunjukkan data perdagangan dua arah sebesar CAD 52,4 miliar (sekitar US$ 37,38 miliar), dengan Kanada menjadi sumber investasi asing terbesar ke-9 di ASEAN dengan nilai hampir CAD 7 miliar pada akhir 2024. Dari sisi sosial budaya, terdapat lebih dari 1,3 juta warga Kanada dengan garis keturunan Asia Tenggara, dan jumlah mahasiswa asal negara ASEAN di Kanada meningkat dua kali lipat sejak 2019, mencapai lebih dari 70,5 ribu pada akhir 2024. Perayaan malam itu juga menampilkan pertunjukan seni budaya dari Indonesia, Filipina, dan Myanmar, mempererat persahabatan dan kerja sama kawasan Indo Pasifik yang bebas dan sejahtera.
Indonesia memegang keketuaan ASEAN Committee in Ottawa (ACO) untuk periode Juli–Desember 2026, yang berfungsi sebagai jembatan promosi kepentingan dan visibilitas ASEAN di Kanada.
Hubungan dialog ASEAN-Kanada akan mencapai 50 tahun pada 2027, di mana Indonesia dipercaya sebagai Negara Koordinator Hubungan ASEAN-Kanada periode 2027–2030 untuk mendukung tercapainya Visi Komunitas ASEAN 2045 yang tangguh dan inklusif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow