Pakar Indonesia Sebut Vietnam Punya Peran Kunci Dorong Kemajuan ASEAN

Smallest Font
Largest Font

Pengamat dan akademisi dari Indonesia menilai peran Vietnam semakin krusial dalam memperkuat solidaritas, menjaga sentralitas kawasan, serta memimpin sejumlah sektor kerja sama baru ASEAN menjelang peringatan 31 tahun keanggotaannya pada 28 Juli 2026. Koordinator Senior Lembaga Studi Pertahanan dan Strategis Indonesia (LESPERSSI), Beni Sukadis, menyatakan bahwa rekam jejak Vietnam selama lebih dari tiga dekade telah menjadi fondasi penting bagi pencapaian Visi Komunitas ASEAN 2045. Ia menekankan konsistensi Vietnam dalam mendukung prinsip dasar organisasi, seperti penghormatan terhadap kedaulatan, penyelesaian sengketa secara damai, dan penegakan hukum internasional di Laut China Selatan.

Selain itu, keberhasilan Hanoi saat memegang Presidensi ASEAN 2020 di tengah krisis pandemi dinilai berhasil menjaga keutuhan serta keberlangsungan mekanisme kerja sama regional.

Ke depan, Vietnam dinilai berpotensi memimpin kolaborasi kawasan di bidang transformasi digital, ekonomi hijau, industri kendaraan listrik, hingga keamanan siber dan maritim. Beni menambahkan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar untuk terus diperluas pada sektor perdagangan, ketahanan pangan, transisi energi, dan keamanan maritim guna memperkuat daya saing kawasan.

Direktur Pusat Studi Asia Tenggara (CSEAS), Dr. Arisman, turut mencatat kontribusi nyata Vietnam pada tiga pilar utama Komunitas ASEAN, termasuk peran aktifnya dalam skema AEC dan RCEP. Merujuk data Bank Dunia, Vietnam kini menjadi salah satu pusat perdagangan utama dan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.

Penguatan posisi ini juga terlihat dari diplomasi aktif Vietnam pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 (AMM-59) di Manila, Filipina, pada 20-24 Juli 2026. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Delegasi Vietnam memimpin negosiasi Rencana Aksi ASEAN-Inggris 2027-2031 serta mendorong kesepakatan ASEAN-Selandia Baru untuk ketahanan regional. Upaya diplomasi ini melengkapi langkah ASEAN yang resmi menerima Turki sebagai Mitra Dialog ke-12, menyetujui Jerman dan Qatar sebagai Mitra Dialog Sektoral, serta memasukkan Inggris ke dalam Forum Regional ASEAN (ARF).

Di samping itu, Vietnam terus konsisten mendukung inklusivitas kawasan, termasuk keterlibatan aktifnya dalam penyambutan Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN pada 2025 lalu.

Melalui penyelenggaraan Forum Masa Depan ASEAN (AFF) yang berkelanjutan, Hanoi membuktikan kapasitasnya dalam mengarahkan dialog strategis untuk menghadapi dinamika geopolitik global.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed