Mentan Amran Siapkan Tiga Strategi Pertanian Pengentas Kemiskinan Alor

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengandalkan penguatan sektor pertanian melalui strategi tiga tahap untuk meningkatkan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten Alor pada 2024 masih berada di level 19,87 persen atau mencakup 41,89 ribu jiwa. Pemerintah berupaya menghubungkan bantuan pertanian secara langsung dengan peningkatan produksi serta penghasilan warga.

Langkah awal berfokus pada ketahanan pangan dan peningkatan produksi cepat melalui pengerjaan lahan padi seluas 3.000 hektare, bantuan benih, alat mesin pertanian, hingga bantuan pangan reguler 1.120,14 ton senilai Rp15,68 miliar untuk alokasi Juli hingga September 2026.

"Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kita," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Strategi jangka menengah dilanjutkan dengan pengembangan tanaman jagung di atas lahan seluas 3.000 hektare demi memperluas sumber pendapatan petani setempat. Sementara jangka panjang diarahkan pada komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, dan jambu mete yang sesuai kondisi wilayah.

"Strategi jangka dekat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan produksi yang dapat memberikan hasil relatif cepat," ujar Andi Amran Sulaiman.

Kementerian Pertanian juga menginstruksikan pengawasan ketat dari berbagai elemen masyarakat agar setiap bantuan yang dikirimkan pemerintah tidak melenceng dan dimanfaatkan dengan maksimal.

"Jadi kita bangun dari yang jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Yang penting masyarakat punya pendapatan dan kemiskinan bisa kita tekan," kata Andi Amran Sulaiman.

Di sisi lain, seluruh penyaluran alat dan bahan pertanian dipastikan akan dikawal secara menyeluruh agar dapat memberikan hasil yang nyata di lapangan.

"Yang penting pengawalan bantuan itu sampai kepada penerima, sampai kepada lokasi, dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya, dirawat, dan memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat," kata Andi Amran Sulaiman.

Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor Jabodetabek menyatakan komitmennya untuk membantu pengawasan distribusi bantuan pemerintah dari pusat hingga ke lokasi pertanian sasaran.

"Kami harus membantu Pak Menteri untuk bersama-sama menjaga bantuan dan merawat bibit yang diserahkan. Kemudian kami kawal sampai kepada lokasi atau pertanian yang menjadi target daripada proyek itu," ujar Ketua Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor Jabodetabek, Syahrir Ika.

Pengawasan ketat dinilai menjadi kunci utama agar target pemerintah dalam memajukan sektor pertanian daerah tercapai tanpa penyimpangan.

"Kami harus memastikan bahwa bantuan itu tidak boleh menyimpang sehingga target pemerintah itu bisa berhasil," kata Syahrir Ika.

Organisasi perantau Alor menyambut baik langkah Kementerian Pertanian yang turun langsung untuk membenahi sektor pertanian daerah demi menekan angka kemiskinan.

"Kami sangat optimis dalam jangka waktu satu sampai lima tahun Alor akan keluar dari garis kemiskinan," ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Alor Sejahtera Jabodetabek, Gery Bantara.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed