Mentan Amran Sulaiman Buka Akses Bantuan Alsintan Buruh Tani

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengubah regulasi bantuan alat dan mesin pertanian agar dapat diakses oleh buruh tani yang tidak memiliki lahan di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat, pada Senin (31/8/2026), dilansir dari Investor Daily.

Langkah penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa unit combine harvester tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan produksi sekaligus dikelola sebagai usaha bersama demi meningkatkan pendapatan buruh tani.

Selain memberikan unit combine harvester yang langsung tiba di lokasi dalam hitungan jam, Amran juga memastikan traktor milik kelompok buruh tani yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus akan segera diganti oleh pemerintah.

Kebijakan perubahan aturan ini diambil Amran setelah bertemu langsung dan berbincang dengan para buruh tani ngarit di Karawang yang hanya berpenghasilan sekitar Rp30 ribu per hari dengan frekuensi kerja dua hingga tiga kali seminggu.

Kondisi penghasilan buruh tani yang relatif rendah dan terbatasnya akses bantuan akibat tidak memiliki sawah menjadi alasan utama Kementerian Pertanian menerbitkan aturan baru tersebut.

"Nah, ada juga tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat berapa? Hanya Rp 30 ribu per hari, dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses," ujar Amran, Menteri Pertanian.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pertanian memprioritaskan penyaluran bantuan alsintan serta pompa air kepada para pekerja tani yang tidak menguasai lahan produksi.

"Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat," tegas Amran, Menteri Pertanian.

Amran mengalkulasikan bahwa pendapatan buruh harian lepas tanpa alsintan sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup satu keluarga dalam sebulan.

"Bisa bayangkan pendapatannya Rp 30 ribu, Rp 60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp 60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp 240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga," kata Amran, Menteri Pertanian.

Melalui skema penyewaan alsintan seperti combine harvester untuk jasa panen lahan lima hingga sepuluh hektare per hari, kelompok buruh tani diharapkan memiliki sumber penghasilan baru.

"Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari," kata Amran, Menteri Pertanian.

Pemerintah kini menjamin ruang yang luas bagi seluruh buruh tani untuk mendapatkan fasilitas traktor maupun mesin panen modern.

"Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine," tegas Amran, Menteri Pertanian.

Pemerintah juga mengimbau agar pengelolaan bantuan alsintan dilakukan secara transparan dan adil di antara anggota kelompok.

"Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal," pesan Amran, Menteri Pertanian.

Penyaluran bantuan alsintan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan modernisasi sektor pertanian hingga ke tingkat masyarakat bawah.

"Atas arahan Bapak Presiden, bagaimana transformasi pertanian tradisional menuju modern dirasakan oleh rakyat kecil dan sampai ke pelosok. Kami turun tangan langsung. Tadi adalah simbolis. Kami mengecek langsung," tegas Amran, Menteri Pertanian.

Kebijakan perombakan regulasi ini ditujukan untuk menciptakan pemerataan hasil pembangunan ekonomi di sektor pertanian nasional.

"Kita mau ini pemerataan. Kita mau semua anak bangsa, khususnya sektor petani, merasakan kehadiran pemerintah," ujar Amran, Menteri Pertanian.

Amran menegaskan bahwa aksi nyata di lapangan merupakan program prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat petani saat ini.

"Ini yang dibutuhkan rakyat. Aksi nyata," pungkas Amran, Menteri Pertanian.

Merespons bantuan dan kepastian penggantian alat yang hilang, perwakilan buruh tani Desa Tegal Sawah menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat pemerintah.

"Bapak tadi langsung datang combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insyaallah mau diganti," ujar Julaiha, buruh tani Desa Tegal Sawah.

Para pekerja tani berharap keberadaan alsintan modern dapat mempermudah proses kerja di sawah sekaligus mendongkrak produktivitas harian mereka.

"Easier/Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini," kata Julaiha, buruh tani Desa Tegal Sawah.

Julaiha menyampaikan rasa terima kasih kepada jenderal kementerian dan kepala negara atas perhatian yang diberikan kepada para buruh tani.

"Terima kasih buat Pak Menteri Amran atas bantuannya kepada para petani. Semoga sejahtera Pak Amran dan Pak Presiden juga. Pak Amran, Menteri Pertanian, luar biasa," ujar Julaiha, buruh tani Desa Tegal Sawah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed