Mendiktisaintek Dorong Pendidik Pahami Psikologi Cegah Stres Mahasiswa
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya para pendidik memahami dasar-dasar ilmu psikologi untuk merespons masalah kesehatan mental mahasiswa. Imbauan tersebut disampaikan Brian saat menghadiri Seminar Nasional Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penguatan kapasitas pendidik ini dinilai krusial agar mampu melakukan penanganan dini terhadap mahasiswa yang mengalami depresi atau gangguan mental. Brian menceritakan pengalamannya saat masih menjadi dosen perwalian di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mendapati mahasiswanya mendadak absen kuliah dalam waktu lama akibat depresi.
Mahasiswa perempuan yang dikenal pintar tersebut awalnya memiliki indeks prestasi tinggi pada tahun pertama, namun kinerjanya menurun drastis di tahun kedua. Saat dimintai keterangan, mahasiswa tersebut mengaku disibukkan oleh pekerjaan membuat gambar animasi secara mandiri untuk klien dari Rusia.
"Pas tahun pertama IP (indeks prestasi)-nya tinggi, tahun kedua hilang. Saya panggil mahasiswa ini, perempuan, Bapak-Ibu sekalian. Kemudian saya tanya, kamu ke mana aja?," kisah Brian dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), di Hotel Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Meskipun mampu menghasilkan pendapatan besar dari proyek luar negeri tersebut, terungkap fakta bahwa mahasiswa yang bersangkutan juga mengalami konflik keluarga parah hingga memilih tidak pulang ke rumah.
"Jadi dia suruh bikin, dia kebetulan anak zaman sekarang begitu ya, otodidak belajar bahasa Rusia. Dia jadi bisa bahasa Rusia, dia bikin gambarnya jago, akhirnya di-order," ungkapnya.
Konflik internal di rumah tangga orang tuanya memicu beban emosional berat yang berdampak langsung pada kondisi psikologis sang mahasiswa.
"Ternyata kasihan anak ini. Bapak dan ibunya berantem terus lah. Kenapa saya tanya? Bapaknya bisnis gagal, mungkin dia ya, akhirnya yang dimarahin istrinya terus mungkin ya," jelas Brian.
Tekanan hidup tersebut akhirnya membuat sang mahasiswa melakukan aksi melukai diri sendiri sebagai bentuk pengalihan dari stres yang dialaminya.
"Sehingga mereka bisa merespon hal-hal ini. Kebetulan kalau yang nggak tahu kan, kayak saya gitu, waduh pake feeling-feeling aja gitu kan, syukur-syukur benar gitu kan," sampainya.
Melalui penerapan pendekatan psikologi yang tepat di lingkungan akademik, pendidik diharapkan dapat memberikan dukungan efektif agar mahasiswa yang terdampak masalah kesehatan mental dapat kembali melanjutkan studinya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow