MDKA Catat Pertumbuhan Kinerja Berkat Diversifikasi Bisnis
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil memperkuat pertumbuhan kinerjanya melalui ekspansi portofolio di segmen emas, tembaga, dan nikel, dilansir dari Investor Daily pada Senin (3/8/2026).
Strategi diversifikasi tersebut menjadi penopang utama perseroan di tengah dinamika industri pertambangan. Penjualan emas menjadi kontributor terbesar dengan volume mencapai 36.574 ounce (oz).
Hasil tersebut terdiri atas 30.135 oz dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 oz dari Tambang Emas Pani.
"Kontributor terbesar masih berasal dari penjualan emas yang mencapai 36.574 ounce (oz), terdiri atas 30.135 oz dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 oz dari Tambang Emas Pani. Dengan harga jual rata-rata mencapai US$4.511 per ounce, penjualan emas menghasilkan pendapatan sekitar US$165 juta," ujar Albert Saputro, Presiden Direktur MDKA.
Pada kuartal II-2026, TB Gold mencatatkan produksi 24.567 oz emas, sedangkan penjualannya melonjak 23 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, Tambang Emas Pani mencatat lonjakan produksi menjadi 15.594 oz dari 1.818 oz setelah memasuki fase ramp-up sejak kuartal I-2026.
Peningkatan kinerja juga dialami Tambang Tembaga Wetar yang memproduksi 1.484 ton tembaga dan menjual 1.924 ton dengan harga rata-rata US$5,83 per pon. Optimalisasi perbaikan operasi heap leach menekan cash cost menjadi US$2,27 per pon dan all-in sustaining cost (AISC) menjadi US$2,80 per pon.
Di segmen nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), produksi bijih saprolit tumbuh 130 persen secara tahunan dan limonit naik 87 persen. Produksi Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 19.505 ton, sedangkan High Grade Nickel Matte (HGNM) terjual 10.457 ton.
Perseroan turut mempercepat proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) melalui PT ESG New Energy Material yang memproduksi 4.831 ton nikel MHP, serta PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) yang menargetkan penjualan perdana pada semester II-2026. Sementara itu, proyek Tujuh Bukit Copper memasuki tahap feasibility study.
"Kami fokus pada eksekusi yang disiplin, melanjutkan ramp-up Pani dan mengembangkan TB Copper melalui tahap feasibility study," ujar Albert Saputro, Presiden Direktur MDKA.
Akses pendanaan internasional MDKA kian diperkuat melalui pencatatan sekunder saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Main Board Hong Kong Stock Exchange untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow