Laba Bersih PSAB Melonjak 803 Persen Pada Semester I 2026
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 803 persen mencapai US$177,83 juta pada semester I-2026, berdasar laporan keuangan yang dirilis Selasa (1/9/2026).
Pertumbuhan signifikan dari angka US$19,69 juta pada periode sama tahun sebelumnya tersebut dilansir dari Investor Daily. Hasil ini sekaligus mendongkrak laba per saham perseroan menuju level US$0,00067.
Kinerja keuangan perseroan terdorong oleh peningkatkan penjualan tahunan sebesar 14,50 persen menjadi US$160,63 juta. Selain itu, pendorong utama peningkatannya adalah keuntungan pelepasan PT Arafura Surya Alam (ASA) selaku pengelola tambang emas Doup sebesar US$298 juta kepada PT Danusa Tambang Nusantara (DTN).
Tanpa adanya hasil divestasi ke entitas anak PT United Tractors Tbk (UNTR) tersebut, PSAB sebenarnya mencatat rugi sebelum pajak senilai US$108,34 juta selama enam bulan pertama tahun ini.
Perseroan juga membukukan kerugian dari penghapusan nilai properti pertambangan Penjom di Malaysia sebesar US$102,92 juta. Langkah write off yang dilakukan anak usahanya, J Resources Gold (UK) Ltd (JRGL), menurunkan nilai tercatat Penjom dari US$119,44 juta menjadi US$16,52 juta per 30 Juni 2026.
Penyesuaian nilai wajar tersebut dilakukan seiring menipisnya cadangan tambang Penjom. Hingga 30 Juni 2026, produksi area seluas 1.223 hektare itu sudah menembus 4.734 ounce atau 94,7 persen dari total cadangan terbukti 5.000 ounce, sementara izin usahanya akan habis bertahap hingga Oktober 2030.
Kondisi Penjom berbeda dengan aset tambang Bakan di Sulawesi Utara yang mencatatkan produksi 42.590 ounce dari cadangan terbukti 52.000 ounce. Perseroan juga memegang tambang Lanut dengan cadangan terbukti 62.221 ounce dan izin operasional hingga 9 Agustus 2034.
Aksi pengakuan kerugian aset produktif akhir yang dibarengi dana divestasi tambang Doup mengindikasikan upaya penataan neraca keuangan. Total aset PSAB per 30 Juni 2026 terkoreksi menjadi US$636,86 juta, liabilitas turun menjadi US$201,35 juta, dan ekuitas melandai ke angka US$435,50 juta.
Sementara itu, posisi kas dan setara kas perseroan tersisa US$17,06 juta karena kebijakan investasi senilai US$195,35 juta yang dialokasikan ke instrumen deposito berjangka terbatas, reksadana, hingga currency linked investment.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow