Laba PT Archi Indonesia Tbk Melonjak 132 Persen
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengantongi lonjakan laba bersih sebesar 132,8 persen menjadi US$ 80,25 juta pada semester I-2026, berdasar laporan kinerja keuangan perseroan pada Jumat (28/8/2026). Dilansir dari Investor Daily, capaian laba emiten tambang emas tersebut meningkat signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 34,47 juta.
Pertumbuhan laba bersih perseroan selaras dengan kenaikan pendapatan dari kontrak pelanggan sebesar 67,47 persen dari US$ 192,4 juta menjadi US$ 322,2 juta. Selain itu, laba per saham dasar ARCI terkerek dari US$ 0,0014 menjadi US$ 0,0032. Laba kotor perseroan juga tumbuh hampir dua kali lipat mencapai US$ 146 juta dari sebelumnya US$ 77,73 juta.
Kinerja keuangan yang positif ikut mendorong lonjakan harga saham ARCI di bursa hingga menyentuh level Rp 1.390 pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Angka tersebut menunjukkan penguatan harga saham hingga 95,7 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Peningkatan laba bersih ARCI dinilai tidak hanya bersumber dari kenaikan harga komoditas emas di pasar global, melainkan didukung oleh efisiensi internal perseroan. Kinerja ini juga dipengaruhi oleh realisasi penjualan persediaan emas kuartal I yang sebelumnya sempat tertunda.
"Efisiensi operasional, realisasi persediaan, serta ekspansi kapasitas menjadi sejumlah faktor yang membentuk prospek pertumbuhan ARCI," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Jason menjelaskan bahwa pemulihan penjualan tertunda menjadi penopang sebagian pertumbuhan pada semester I-2026. Namun, ARCI memiliki rencana fundamental berupa penambahan kapasitas pengolahan bijih sebesar 2 juta ton per tahun pada 2027 dari kapasitas saat ini sebesar 4 juta ton per tahun. Ekspansi ini diproyeksikan menambah produksi emas 30 ribu hingga 40 ribu ons per tahun serta memungkinkan pengolahan material berkadar lebih rendah.
"Perbaikan struktur biaya perusahaan," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas saat mengomentari kontribusi Proyek Kopra yang menghasilkan kadar emas 3 hingga 4 gram per ton dari tambang bawah tanah.
Dari sisi penjelajahan lapangan, ARCI mengalokasikan dana eksplorasi minimal US$ 10 juta per tahun di Marawuwung, Kopra, dan Araren dengan temuan kadar emas 5 hingga 27 gram per ton. Cadangan emas terdata perseroan berada di level 3,2 juta ons berdasarkan data JORC saat harga emas masih di kisaran US$ 1.800 per troy ons. Posisi neraca keuangan perusahan juga membaik dengan kenaikan ekuitas menjadi US$ 413,6 juta, penurunan liabilitas menjadi US$ 660,9 juta, serta pertumbuhan total aset mencapai US$ 1,07 miliar.
Di samping operasional pertambangan emas, perseroan mengembangkan proyek panas bumi berkapasitas 40 MW guna menunjang pasokan listrik operasional dan diversifikasi pendapatan. Meski demikian, risiko pergerakan harga emas, risiko operasional cuaca, serta rasio utang terhadap ekuitas yang masih tinggi tetap menjadi perhatian utama.
Atas berbagai katalis positif dan rencana ekspansi tersebut, Pluang Maju Sekuritas menetapkan rekomendasi buy untuk saham ARCI dengan target harga Rp 2.200 dalam jangka 12 bulan atau berpotensi naik 58 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow