UBS Naikkan Proyeksi Laba dan Dividen PT Bukit Asam hingga 2028
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan mengalami lonjakan laba bersih dalam beberapa tahun mendatang, sehingga membuka ruang untuk pemberian dividen besar. Hal ini memicu kenaikan rekomendasi saham PTBA oleh UBS, bank investasi asing, pada 2 September 2026. Berdasarkan riset UBS, laba bersih PTBA melonjak 218% menjadi Rp2,7 triliun pada semester I-2026, mencapai 68% dari proyeksi tahunan UBS dan 66% dari konsensus analis.
Pada kuartal II-2026, laba bersih meningkat 130% secara kuartalan menjadi Rp1,8 triliun, didukung kenaikan penjualan sebesar 8% dan average selling price (ASP) sebesar 10% yang mengimbangi kenaikan biaya kas 4%. UBS juga mencatat margin kas membaik dari US$7 per ton kuartal sebelumnya menjadi US$11 per ton pada kuartal II-2026, level tertinggi selama enam kuartal terakhir. Kas bersih perusahaan pun meningkat signifikan, dari Rp1,5 triliun pada kuartal sebelumnya menjadi Rp3,9 triliun kuartal II-2026, menurut UBS.
UBS menaikkan proyeksi laba bersih per saham (EPS) PTBA untuk periode 2026-2028 sebesar 14-26%, didorong oleh kenaikan ASP ekspor, pelemahan rupiah, dan efisiensi biaya kas. Proyeksi ini membuka peluang pemberian dividen besar.
UBS memprediksi dividen per saham PTBA untuk tahun 2026, 2027, dan 2028 masing-masing sebesar Rp321, Rp353, dan Rp269, dengan yield dividen antara 10-14%. Sebagai pembanding, dividen per saham PTBA pada tahun buku 2025 hanya sebesar Rp115. UBS kemudian meng-upgrade rekomendasi saham PTBA dari netral menjadi buy, menetapkan target harga Rp3.600 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sebesar 40% dari harga saat riset sebesar Rp2.560, dilansir dari Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow