Laba PGEO Melonjak 15 Persen pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar dua digit pada semester I-2026. Capaian positif ini didorong oleh kenaikan penjualan uap serta tenaga listrik. Seperti dikutip dari Investor Daily, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 235,03 juta hingga akhir Juni 2026.

Angka tersebut meningkat 14,73% secara tahunan dari periode sebelumnya. Pada semester I-2025, emiten bersandi PGEO tersebut membukukan pendapatan sebesar US$ 204,85 juta. Sebagian besar pemasukan ini ditopang oleh operasional bisnis utamanya.

Penjualan uap dan listrik menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai US$ 225,72 juta. Selain itu, perseroan juga meraih pendapatan perizinan produksi atau production allowance.

Pendapatan dari production allowance kepada pihak ketiga tersebut tercatat sebesar US$ 9,31 juta. Perolehan ini semakin memperkuat struktur pendapatan perusahaan pada paruh pertama tahun ini. Dari segi pengeluaran, beban pokok pendapatan serta beban langsung lainnya mengalami kenaikan. Beban tersebut tumbuh 24,26% secara tahunan menjadi US$ 104,59 juta dari US$ 84,2 juta.

Meski beban operasional meningkat, perseroan tetap mampu membukukan kenaikan laba kotor. Laba bruto PGEO tercatat mencapai US$ 130,44 juta atau tumbuh sebesar 8,11%. Sebagai pembanding, pada semester I-2025 lalu laba bruto perseroan berada di angka US$ 120,65 juta. Sementara itu, laba usaha turut terkatrol naik 4,43%.

Laba usaha perseroan naik menjadi US$ 114,56 juta hingga akhir Juni 2026. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan capaian periode sama sebelumnya yang sebesar US$ 109,7 juta.

Pertumbuhan Laba Bersih dan Neraca Keuangan

Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 79,62 juta. Nilai ini melonjak 15,46% dibandingkan semester I-2025 sebesar US$ 68,96 juta.

Seiring dengan lonjakan laba bersih, laba per saham perseroan juga ikut terangkat. Laba per saham naik menjadi US$ 0,0019 dari posisi sebelumnya sebesar US$ 0,0017. Kondisi neraca keuangan perseroan hingga 30 Juni 2026 menunjukkan posisi yang sangat kokoh.

Total aset perseroan berhasil menyentuh angka US$ 2,97 miliar. Jumlah aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar US$ 961,18 juta dan ekuitas US$ 2,01 miliar. Struktur ini mencerminkan modal yang kuat untuk ekspansi energi panas bumi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed