Kunjungan Wisman Indonesia Capai 7,45 Juta pada Semester I-2026
Sektor pariwisata Indonesia mencetak kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta kunjungan. Capaian berdasarkan data Badan Pusat Statistik ini tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Minggu (9/8/2026).
Pertumbuhan kunjungan wisman tertinggi berasal dari kawasan Asia lainnya yang naik hampir 10 persen, disusul Asia Tenggara sebesar 8,22 persen, dan Oseania sebesar 6,60 persen. Hasil tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisman tertinggi kedua di Asia Tenggara, di mana rata-rata pengeluaran wisman juga naik 6,36 persen menjadi sekitar US$ 1.313 per kunjungan.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh penyesuaian pasar, penguatan promosi di negara berpotensi tinggi, serta pengembangan destinasi berkualitas.
"Capaiannya tidak terjadi dengan sendirinya. Pemerintah terus menjalankan strategi yang adaptif, termasuk melakukan pivot atau penyesuaian pasar, memperkuat promosi ke negara-negara yang masih memiliki potensi pertumbuhan, menjaga pergerakan wisatawan di dalam negeri, serta mengembangkan produk dan destinasi yang semakin berkualitas," kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Sektor pariwisata terbukti memperluas peluang usaha dan lapangan kerja di daerah. Pengeluaran wisatawan mancanegara memberi dampak ekonomi riil bagi masyarakat lokal.
"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Selain wisman, mobilitas wisatawan nusantara mencatatkan 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen. Sementara perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri turun 2,40 persen menjadi 4,46 juta, sehingga Indonesia membukukan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta perjalanan.
Realisasi investasi pariwisata turut melonjak 16,64 persen mencapai Rp 39,68 triliun. Angka ini terdiri dari penanaman modal asing sebesar Rp 12,19 triliun yang tumbuh 37 persen, serta penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 27,48 triliun yang naik 9,39 persen.
Masuknya modal baru ini diyakini mampu memperkuat fondasi industri dan rantai pasok lokal di berbagai wilayah.
"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Aktivitas pariwisata turut mengerek tingkat okupansi hotel hingga 48,20 persen pada semester I-2026, naik 2,48 poin persentase. Pada triwulan II-2026, sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen, transportasi 5,65 persen, serta jasa lainnya 6,36 persen, yang secara keseluruhan menyumbang 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen sekaligus menyerap lebih dari 316.000 tenaga kerja.
"Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus," kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow