Komdigi dan Meta Tanggapi Pemblokiran Akun WhatsApp Aktivis AMPB
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Meta, pemilik layanan WhatsApp, memberikan penjelasan terkait pemblokiran akun WhatsApp yang dialami oleh aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok, seperti dikutip dari Detik iNET.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan banyak keluhan masuk mengenai akun WhatsApp yang tiba-tiba dinonaktifkan tanpa pemberitahuan. Komdigi pun mengirim surat resmi kepada Meta pada 14 Agustus untuk meminta klarifikasi, namun respons yang diharapkan tidak diterima tepat waktu sehingga Komdigi memanggil perwakilan Meta untuk hadir langsung.
Alexander menjelaskan bahwa Komdigi sebagai regulator tidak mengetahui posisi spesifik akun yang diblokir tersebut. Hal ini muncul setelah adanya laporan dari pengguna WhatsApp, termasuk aktivis Botok, yang mengaku akunnya diblokir secara tiba-tiba.
Dari pihak Meta, Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik, Esther Samboh, menerangkan bahwa pemblokiran tersebut disebabkan oleh kesalahan sistem dalam mendeteksi pelanggaran akun. Sistem WhatsApp menggunakan sinyal perilaku pengguna untuk mengidentifikasi aktivitas yang melanggar, khususnya terkait spam dan penyalahgunaan platform.
Esther menegaskan WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end sehingga isi pesan tidak dapat diakses oleh pihak manapun, termasuk WhatsApp sendiri. Namun, sistem otomatis yang memantau perilaku pengguna terkadang salah mengklasifikasikan akun asli sebagai pelanggar, sehingga menyebabkan pemblokiran yang tidak tepat.
Meta segera melakukan mitigasi dan mengembalikan akun-akun yang terdampak. Bagi pengguna yang masih mengalami kendala, Meta menyediakan fitur banding dalam aplikasi dengan proses peninjauan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Esther juga menekankan bahwa insiden ini terjadi secara global dan tidak ada upaya khusus untuk menargetkan pengguna di Indonesia.
"Hal ini terjadi secara global. Jadi bukan, tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia," ujar Esther.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow