Ekonom CORE Minta Pemerintah Susun Kebijakan Industri Petrokimia
Ekonom Senior Core Indonesia Hendri Saparini menilai pemerintah perlu menyusun kebijakan komprehensif guna memperkuat daya saing industri petrokimia nasional di Banten pada Selasa (18/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Sektor ini tengah menghadapi tekanan berat akibat gejolak geopolitik, banjir produk impor, dan oversupply global.
Kondisi kelebihan pasokan di pasar internasional yang memicu persaingan harga ketat tersebut makin menyudutkan produsen dalam negeri. Di saat bersamaan, industri domestik masih dibayangi ketergantungan tinggi pada bahan baku impor serta ancaman fluktuasi nilai tukar rupiah.
Hendri menegaskan pemetaan posisi industri secara menyeluruh menjadi langkah awal yang krusial bagi pemerintah. Pemetaan ini mencakup penentuan jenis produk yang akan dikembangkan, target pasar, hingga paket kebijakan pendukung.
"Nah, kan tentu saja satu industri ini dia perlu kita posisikan. Kita posisikan produk apa dan kemudian market-nya di mana, dan kemudian kebijakan pendukung yang diperlukan itu apa," ujar Hendri.
Ia menyoroti belum adanya strategi terpadu untuk menopang sektor petrokimia, padahal peranannya sangat vital dalam rantai pasok industri manufaktur nasional.
"Nah, rasanya selama ini kita belum ada strategi kebijakan yang cukup komprehensif," katanya.
Hendri mendesak pemerintah agar memastikan kesiapan regulasi pendukung jika serius ingin menarik investasi baru di sektor ini.
"Nah, pertanyaannya, kalau memang kita mengundang industri petrokimia untuk dikembangkan, apakah sudah ada kebijakan-kebijakan pendukung yang disiapkan?" ujarnya.
Penataan kebijakan impor juga dianggap sangat mendesak agar ruang gerak pelaku usaha lokal tidak terus tergerus pasokan asing.
"Karena misalnya kalau tadi kita bicara tentang kebijakan impor, kenapa tidak mengatur agar investasi yang sudah ada itu juga bisa berkembang di dalam negeri," kata Hendri.
Selain masalah proteksi pasar, dukungan instrumen fiskal menjadi kunci utama untuk memberi ruang ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi petrokimia di dalam negeri.
"Terus kemudian, apakah sudah diatur kebijakan fiskalnya, sehingga memberikan ruang bagi mereka ini untuk berkembang," tuturnya.
Pemerintah diharapkan tidak berfokus pada penarikan beban pajak di awal, melainkan menciptakan iklim usaha yang memungkinkan industri tumbuh secara berkelanjutan.
"Tidak kemudian di awal sudah diminta oleh negara untuk bisa support dengan berbagai pajak. Nah, ini yang harus dimainkan," katanya.
Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan seluruh instrumen kebijakan secara padu demi memperkuat kapasitas industri manufaktur nasional.
"Tadi yang saya bilang bahwa seluruh instrumen tadi secara komprehensif harus dikerjakan agar industri ini betul-betul bisa berkembang," pungkas Hendri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow