Kilang Minyak AS Cetak Rekor Laba di Tengah Krisis Bahan Bakar Global

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan margin penyulingan dan kelangkaan pasokan global mendorong sejumlah perusahaan kilang minyak di Amerika Serikat meraup laba bersih hingga miliaran dolar AS pada kuartal kedua 2026. Penutupan kilang domestik dan gangguan rantai pasok akibat konflik internasional menjadi pemicu utamanya.

Valero Energy Corp mencatatkan rekor laba per saham tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada Kamis, 30 Juli 2026. Laba bersihnya melesat hingga US$3,7 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$714 juta.

Peningkatan kinerja keuangan juga dicatat oleh HF Sinclair Corp dan PBF Energy Inc. HF Sinclair mengantongi laba bersih US$892 juta, sementara PBF Energy berhasil membalikkan kerugian tahun 2025 menjadi keuntungan lebih dari US$1 miliar pada kuartal ini.

Kapasitas pasokan bahan bakar dunia kian terdesak akibat penghentian operasi kilang selama bertahun-tahun yang diperparah oleh perang Iran serta serangan terhadap kilang Rusia. Kondisi ini menahan pemulihan cadangan bensin dan solar global sehingga harga tetap melambung tinggi.

Eksekutif industri memproyeksikan tingkat produksi bahan bakar bakal tetap terjaga tinggi pada kuartal mendatang untuk merespons pasar yang ketat.

"Persediaan produk akan lambat pulih, dan penambahan persediaan yang pada akhirnya harus terjadi seharusnya memberikan latar belakang yang menguntungkan bagi margin penyulingan selama beberapa kuartal mendatang," kata CEO PBF Energy, Matthew C. Lucey.

PBF Energy mencatat pengolahan minyak mentah mencapai 890.000 barel per hari pada kuartal kedua. Perusahaan memproyeksikan peningkatan volume pengolahan hingga 960.000 barel per hari pada periode berikutnya.

"Lingkungan margin sejauh ini lebih kuat dibandingkan yang kita lihat pada kuartal kedua," kata COO Valero, Gary Simmons.

Ia menambahkan bahwa biaya minyak mentah yang lebih terjangkau berpotensi semakin mendongkrak profitabilitas perusahaan penyulingan.

"Dan hampir tidak ada indikasi bahwa harga bahan bakar akan segera mereda," kata Simmons.

Menurut analisis Valero, harga bahan bakar jet dan solar berisiko terus merambat naik seiring tingginya permintaan ekspor AS dan persiapan persediaan musim dingin. Sementara itu, peluang arbitrase ekspor ke Amerika Latin turut menjaga harga bensin domestik AS berada di level tinggi.

Pelaku pasar kini menanti laporan kinerja keuangan dari raksasa kilang AS lainnya, termasuk Marathon Petroleum Corp dan Phillips 66, yang dijadwalkan rilis pekan depan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed