Harga Batu Bara Melejit Tembus 140 Dolar AS per Ton
Harga batu bara melonjak hingga menembus level 140 dolar AS per ton pada Selasa (1/9/2026), yang menjadi posisi tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Kenaikan harga pasar komoditas ini dipicu oleh kuatnya permintaan energi global serta kekhawatiran atas pengetatan pasokan di sejumlah negara, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Penguatan tajam tercatat pada bursa Newcastle, di mana kontrak September 2026 melejit 3,1 dolar AS menjadi 144,85 dolar AS per ton.
Kenaikan juga terjadi pada kontrak Oktober 2026 sebesar 3,75 dolar AS ke posisi 147,75 dolar AS per ton, serta kontrak November 2026 yang melonjak 4,15 dolar AS hingga mencapai 149,05 dolar AS per ton. Tren serupa berlangsung di pasar batu bara Rotterdam. Kontrak September 2026 mengalami kenaikan 1,65 dolar AS menjadi 135,45 dolar AS per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 menanjak 3,25 dolar AS ke level 136,95 dolar AS per ton dan kontrak November 2026 menguat 3,3 dolar AS menuju 137,05 dolar AS per ton.
Data Trading Economics mengonfirmasi lonjakan harga energi ini terjadi saat batu bara masih memegang peranan vital sebagai penopang utama pembangkit listrik dunia. Total produksi listrik global yang bersumber dari batu bara diproyeksikan bakal menembus hampir 11.000 TWh pada 2026.
Proyeksi Badan Energi Internasional (IEA) turut mencatat bahwa tingginya konsumsi arus listrik membuat proses transisi menuju energi terbarukan berlangsung lambat. IEA memperkirakan batu bara tetap mendominasi sebagai pemenuh kebutuhan pembangkit listrik terbesar dunia hingga 2030. Tekanan pasokan energi diperparah oleh memanasnya konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang mengganggu ketersediaan gas alam cair (LNG) global. Tingginya harga LNG akibat gejolak geopolitik tersebut mengalihkan fokus negara pemakai energi untuk memanfaatkan batu bara sebagai alternatif utama.
Di India, kondisi krisis pasokan mulai mengancam operasional pembangkit listrik setelah 45 unit fasilitas dilaporkan berada dalam status stok kritis. Gangguan pengiriman akibat cuaca ekstrem hujan monsun serta dampak fenomena El Nino semakin melonjakkan konsumsi listrik masyarakat di negara tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow