Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Akibat Ketegangan Timur Tengah

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah naik dan menetap pada level tertinggi hampir empat pekan pada perdagangan Rabu (19/8/2026) akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lambatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi global, dilansir dari Investor Daily.

Harga minyak Brent naik 60 sen (0,7%) menjadi US$ 91,62 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 89 sen (1,1%) menjadi US$ 85,83 per barel, mencatat level penutupan tertinggi sejak 24 Juli 2026.

Senior Vice President of Trading di BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan, "Harga minyak mentah masih mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah, setelah UEA menyatakan telah memutus seluruh hubungan keuangan dengan Iran akibat serangan rudal terbaru."

Pasar minyak terus memantau kondisi di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan dengan Iran dan memastikan Selat Hormuz terbuka, namun Iran mengklaim jalur pelayaran tersebut masih ditutup.

Perjanjian gencatan senjata sementara berakhir pada Senin (17/8/2026), dan pejabat senior Iran mengatakan negaranya mengambil langkah perubahan kebijakan karena kebuntuan diplomatik. Hingga Selasa, tidak ada laporan serangan dari kedua pihak.

Financial Times melaporkan Iran mempertimbangkan sasaran militer di Eropa jika eskalasi perang meningkat.

Data Kpler menunjukkan hanya enam kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada Selasa, turun dari sembilan kapal sehari sebelumnya dan di bawah rata-rata harian 10 hari sebanyak 11 kapal. Kenaikan harga Brent menembus US$ 91 per barel mengindikasikan premi risiko yang lebih tinggi diperhitungkan pasar.

Research Strategist di broker Pepperstone, Ahmad Assiri, mengatakan, "Harga berpotensi kembali ke level tiga digit."

Selain ketegangan Timur Tengah, pasar minyak menghadapi gangguan pasokan dari Rusia. Pengiriman minyak dari pelabuhan-pelabuhan Rusia di bagian barat turun sekitar 15% menjadi 2,3 juta barel per hari pada paruh pertama Agustus akibat gangguan pelabuhan Laut Hitam, Novorossiysk.

Di AS, stok minyak mentah justru meningkat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan naik 4,4 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu, yang membantu meredakan kekhawatiran pasokan ketat di AS.

Kilang minyak global terus meningkatkan pembelian minyak mentah karena margin pengolahan tinggi, sementara serangan Ukraina terhadap sektor pengilangan Rusia membatasi pasokan bahan bakar global. Tingkat utilisasi kilang minyak AS juga naik 1 poin persentase menjadi 97,2% dalam sepekan terakhir menurut EIA.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed