Kementan Temukan Dugaan Pengalihan Beras Premium Ke Beras Fortifikasi

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengidentifikasi pengalihan beras premium menjadi beras fortifikasi sebagai dugaan penyebab kelangkaan beras di pasaran, saat memberikan keterangan di Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Salah satunya. Indikasi itu sementara ya," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kementerian Pertanian menilai langkah peralihan tersebut dipakai oknum pengusaha sebagai strategi meraup keuntungan berlipat dengan memanfaatkan alasan margin tipis pada beras premium yang harganya dikontrol pemerintah.

"Sebelumnya dibilang dia geser ke sana (fortifikasi), dugaan kami kalau dia premium kan tidak bisa main-main, karena kita kunci. Nah berpindah lagi dengan alasan margin tipis, karena selalu mau cari untung banyak. Bayangkan kalau jual Rp 42.000/kg gila nggak untungnya?" terangnya Andi Amran Sulaiman.

Pengawasan di lapangan menemukan indikasi bahwa 80 persen sampel merek beras fortifikasi yang terdaftar maupun tidak terdaftar justru memiliki kualitas beras premium atau medium yang tidak sesuai standar spesifikasi beras khusus.

"Totalnya setelah kita ambil sampel, ini seluruh yang terdaftar fortifikasi, ada juga yang tidak terdaftar. Yang terdaftar itu ada 80% tidak sesuai standar dan average, harganya itu Rp 22.665/kg. Ada yang Rp 42.000/kg. Ini tidak masuk akal," ungkap Andi Amran Sulaiman.

Pihak Kementerian Pertanian kini mengumpulkan data terhadap 15 merek beras fortifikasi bermasalah sebelum menyerahkan hasilnya kepada aparat penegak hukum.

"Ada 15 merek, bukan 15 perusahaan, merek," pungkasnya Andi Amran Sulaiman.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed