Kemenkeu Proyeksikan Pusat Finansial Internasional Indonesia Serap Investasi Rp 500 Triliun
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa potensi dana global yang dapat diserap oleh Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mencapai Rp 500 triliun. Informasi ini dilansir dari Detik Finance. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kemenkeu, Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa nilai investasi tersebut masih berada dalam hitungan moderat.
Hal ini dikarenakan PFII harus bersaing dengan pusat finansial internasional dari negara lain. "Paling nggak ya kalau kita estimate, mungkin sekitar berapa ya, mungkin kalau dari hitungan kita, yang moderat ya mungkin sekitar Rp 300-500 triliun. Tapi kan sekali lagi ini semua tergantung dari asumsi, kan kita bersaing gitu dengan Singapura, dengan Dubai, dan lain-lain," ungkap Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut penjelasan Herman, investasi global tersebut berpeluang masuk dalam bentuk operasional bank asing. Selain itu, dana bisa diserap melalui pembangunan perusahaan yang berbadan hukum atau incorporated di kawasan PFII.
Kawasan PFII ini nantinya akan menerapkan sistem common law. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan fleksibilitas dan kebebasan yang lebih luas bagi para investor asing. "Ya kalau sekarang kan mereka masuk kan harus ada misalnya, oh batasan kepemilikan asing berapa gitu.
Kalau di sini kan gitu. Tapi kalau di internasional ini (PFII), kan dia berlaku misalnya kayak teman-teman dengar kan ada common law, segala macam," jelasnya.
Mengenai permodalan, Herman menyebutkan bahwa modal awal untuk operasional PFII diharapkan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan daftar inventarisasi masalah (DIM) rancangan Undang-Undang (UU) PFII, sumber modal awal dialokasikan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). "Ya modal awalnya untuk sementara sih, prinsipnya sih kalau bisa tidak dari APBN gitu ya. Kan Danantara sudah punya kan gitu, tapi ya nanti kita lihat lah masih bisa geser lah gitu," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow