Kemendikdasmen Lepas 50 Guru SMK Magang ke Jerman

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan pelepasan 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan negeri untuk mengikuti program magang selama tiga bulan di Jerman, Selasa (1/9/2026). Program pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas pengajar dan mendorong kesiapan kerja peserta didik.

Pengiriman tenaga pendidik ini difokuskan pada dua lembaga pendidikan profesional di Jerman. Sebanyak 34 peserta dijadwalkan menimba ilmu di Dresden University of Technology, sementara 16 peserta lainnya ditempatkan di Festo Germany, seperti dilansir dari Detikcom.

Para peserta yang diberangkatkan merupakan tenaga pengajar pilihan yang telah melewati tahap seleksi kompetensi secara ketat sebelum dikirim ke luar negeri.

"Peserta yang berangkat ini adalah guru-guru SMK yang terseleksi dengan sangat ketat, highly selected participants. Dan karena itu, Bapak Ibu berangkat bukan karena ditunjuk, berangkat karena memang Bapak Ibu layak untuk dapat berangkat mengikuti program ini," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

Pemerintah berharap pengalaman yang diperoleh para guru di Jerman dapat ditularkan kepada sesama pendidik saat kembali ke tanah air nanti.

"Saudara-saudara sekalian juga setelah memperoleh pengalaman dan magang di Jerman selama tiga bulan, ada trickle-down effect atau ada proses di mana Bapak Ibu sekalian juga dapat mentransformasikan pengalamannya kepada guru-guru SMK yang lainnya," tutur Abdul Mu'ti.

Selain peningkatan kompetensi pengajaran, program ini diarahkan agar para guru mampu membentuk jiwa kewirausahaan siswa serta membangun jejaring dengan sektor industri.

"Sehingga karena itu tentu saja kesiapan-kesiapan para murid SMK untuk berwirausaha menjadi bagian penting dari program peningkatan kualitas SMK," tambah Abdul Mu'ti.

Pemerintah menargetkan para lulusan SMK nantinya memiliki keterampilan teknis yang matang agar langsung terserap di berbagai sektor dunia usaha.

"Kita memang berharap agar lulusan SMK dapat bekerja di sektor-sektor industri, dulu dikenal dengan DUDI, dunia usaha dan industri," lanjut Abdul Mu'ti.

Seluruh peserta magang tercatat memiliki status sebagai Aparatur Sipil Negara. Program difokuskan pada tiga bidang utama, yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.

"Secara profil dari 50 guru SMK ini, semuanya ASN. Bidang yang paling menjadi program utama, yang pertama teknologi manufaktur dan rekayasa, kemudian teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin.

Seluruh skema pendanaan program ini dibantu oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, di mana setiap peserta memperoleh alokasi biaya hidup sebesar Rp 28 juta.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada LPDP yang selalu baik hati, walaupun tadi dihitung jumlahnya minimalis, kelihatannya aja Rp 28 juta gitu, tapi kalau di Jerman ya ya gitu-gitu aja. Tapi yang penting saya kira cukup," kata Abdul Mu'ti.

Pemerintah juga berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum pelatihan di Jerman ini secara optimal untuk memperluas koneksi profesional.

"Tapi poinnya adalah setiap pengalaman tentu akan memiliki makna yang sangat penting. Tadi disampaikan tentang pentingnya jejaring," kata Abdul Mu'ti.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed