Kebakaran Hanguskan Satu Hektar Lahan di Gunung Gede

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan menghanguskan lahan seluas satu hektar di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede, Jawa Barat, pada Jumat (7/8/2026). Api yang membakar hamparan rumput kering tersebut berhasil dipadamkan sebelum merusak ladang bunga Edelweiss yang jaraknya hanya lima meter dari titik kebakaran.

Otoritas taman nasional memastikan bahwa kobaran api tidak sampai merembet ke kawasan hutan berkat kesigapan berbagai pihak di lapangan. Saat ini, fokus penanganan bergeser pada antisipasi munculnya titik api susulan.

Kepala Balai Besar TNGGP, Saadtata Noor Adirahmanta, menyampaikan rincian mengenai dampak kebakaran dan vegetasi yang terdampak di area tersebut.

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diperkirakan melanda area seluas sekitar 1 hektar. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh hamparan rumput kering dan sebagian kecil vegetasi berkayu," kata Saadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai Besar TNGGP.

Beliau menambahkan bahwa posisi kobaran api sangat dekat dengan vegetasi langka yang dilindungi di taman nasional tersebut.

"Titik kebakaran berada pada radius sekitar 5 meter dari kawasan sabana edelweiss menuju hutan. Balai Besar TNGGP mengapresiasi kesigapan petugas, masyarakat, mitra polhut dan masyarakat yang berperan aktif dalam penanganan kejadian ini," kata Saadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai Besar TNGGP.

Langkah pencegahan lanjutan segera diambil dengan menempatkan sejumlah personel untuk berjaga secara berkala di lokasi bekas kebakaran.

"Meskipun api telah padam, petugas di lapangan tetap melaksanakan pemantauan dan penjagaan, secara bergantian selama tiga hari ke depan, untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api," kata Saadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai Besar TNGGP.

Sementara itu, Balai Besar TNGGP menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 18 Tahun 2026 untuk menutup jalur pendakian. Staf Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengonfirmasi kebijakan penutupan tersebut.

"Kegiatan pendakian Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ditutup pada tanggal 7 Agustus-11 Agustus 2026," kata Agus Deni, Staf Humas Balai Besar TNGGP.

Langkah penutupan operasional selama lima hari ini diambil demi keselamatan bersama serta guna mendukung efektivitas penanganan di lokasi kebakaran.

"Tujuan penutupan pendakian adalah untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, dan penggiat alam bebas serta mengefektifkan proses penanganan kebakaran," kata Balai Besar TNGGP dalam surat edaran.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed